Tak bisa saingi Samsung jadi alasan Google lepas Motorola
Google menganggap pasar smartphone sangat kompetitif dan tak bisa dihadapi dengan setengah-setengah.
Saat mengakuisisi Motorola pada 2012, Google memiliki rencana untuk turut bersaing di dunia smartphone. Namun, baru dua tahun, ternyata Motorola harus dilepas lagi.
Seperti dilansir oleh Mashable (29/1), Google menyebut dirinya gagal bersaing dengan Samsung dan Apple serta vendor smartphone lainnya. Oleh karena itu, Motorola pun kemudian dilego ke Lenovo.
"Namun pasar smartphone ternyata sangat kompetitif, dan untuk bertahan kita harus benar-benar berusaha keras. Itu alasan bahwa lebih baik melepas Motorola ke Lenovo-yang memiliki pertumbuhan bisnis smartphone yang bagus dan merupakan produsen PC terbesar di dunia," sebut Google dalam sebuah blog.
Meski begitu, Google sendiri tidak berencana pergi dari dunia hardware setelah melepas Motorola. CEO Larry Page masih ingin Google mampu memberikan inovasi baru dalam dunia gadget pintar.
"Dinamika dan matangnya pasar perangkat wearable dan rumahan, misalnya, sangat berbeda dengan dunia mobile. Kami tertarik dengan potensi itu untuk mengembangkan produk baru bagi pasar yang tengah berkembang," kata Page.
Kemarin, Rabu 29 Januari 2014, Google secara resmi mengumumkan telah melepas Motorola pada Lenovo seharga USD 2,9 miliar. Dengan begitu, bisnis smartphone Google hilang sementara milik Lenovo akan makin menguat.
Seperti yang dilansir Mashable (29/1), penjualan yang dilakukan Google ini sendiri masih dibilang jual rugi mengingat dulu Google mengakuisisi Motorola seharga USD 12,5 miliar pada 2012. Memang Google pernah menjual divisi Motorola Home, namun harga jual divisi itu hanya USD 2,4 miliar sehingga kerugian Google mencapai USD 7,2 miliar.
Baca juga:
Lenovo resmi kuasai Motorola dari Google
BlackBerry bangkit tahun ini? Mustahil!
Motorola bakal luncurkan smartphone Rp 600 ribuan
Motorola Moto G dirilis di 2 negara tetangga seharga Rp 2,8 juta
Google dan Motorola luncurkan smartphone canggih sekaligus murah