Taiwan pede bersaing dengan produk asal Tiongkok
Taiwan pede bersaing dengan produk asal Tiongkok. Taiwan yang belakang ini gencar mempromosikan produk-produknya terutama di sektor teknologi. Di produk smartphone, Taiwan kini makin berani menyasar segmen menengah ke atas. Meski begitu, 'brand awareness' Taiwan masih rendah di masyarakat Indonesia.
Melihat pasar Indonesia yang gemuk, tentu saja membuat banyak negara berbondong-bondong datang untuk melakukan investasi. Salah satunya Taiwan yang belakang ini gencar mempromosikan produk-produknya terutama di sektor teknologi. Kehadiran produk-produk di sektor teknologi di Indonesia, tak hanya Taiwan saja. Namun, ada juga Tiongkok yang juga 'bertarung' memperebutkan hati konsumen Indonesia.
Melihat hal itu, apakah produk-produk teknologi asal Taiwan bisa menang dalam kompetisi yang ketat saat ini?
Manager Taiwan Trade Development Council (TAITRA), Macy J.J. Chen menanggapi santai pertanyaan itu. Menurutnya, meskipun di dalam pasar yang sama, Taiwan memiliki segmentasi yang berbeda dibandingkan dengan investor dari Tiongkok. Terutama untuk produk mobile phone.
Di produk tersebut, mereka justru tidak bermain untuk pasar kelas menengah ke bawah, namun menyasar ke pasar kelas menengah atas. Segmentasi yang berbeda itulah diklaim sebagai strategi jitu di tengah gempuran produk Tiongkok di pasar Indonesia.
"Maka dari itu, kita mengunggulkan dari sisi kualitas produk dan fungsi yang lebih baik. Beberapa produsen mobile dari Tiongkok mungkin lebih menyasar konsumen menengah ke bawah yang memang menginginkan produk dengan harga terjangkau," jelasnya usai acara Taiwan Execellence di Jakarta, Rabu (21/09).
Di samping itu, dukungan pemerintah Taiwan sendiri juga menjadi hal penting. Dukungan itu misalnya seperti kampanye Taiwan Excellence di mana produk-produk inovatif dan berkualitas dari perusahaan asal negara mendapatkan sertifikasi dari beberapa ahli di berbagai bidang dan sudah diakui lebih dari 100 negara.
"Karenanya, lewat program ini kami ingin meningkatkan brand awareness di pasar luar negeri seperti Indonesia," katanya.
Sementara menurut pakar marketing Yuswohady, agak sulit Taiwan bisa menguasai pasar Indonesia di tengah gempuran produk-produk teknologi baik dari Tiongkok maupun Korea Selatan. Pasalnya, di era internet ini belum terlihat produk-produk teknologi asal Taiwan yang cukup kuat di benak konsumen dan mampu mewakili negaranya.
"Kalau secara country branding itu bagus. Mungkin bisa disejajarkan dengan Hongkong, Korea Selatan, dan bahkan mungkin lebih bagus dari Tiongkok. Cuma secara produknya sendiri masih kurang banyak baik itu dari sisi kuantitas maupun kualitas," tuturnya saat dihubungi terpisah melalui sambungan telepon.
Oleh sebab itu, jika Taiwan ingin memenangkan pasar Indonesia terlebih di segmen menengah ke atas, maka mau tidak mau mereka harus mendorong seluruh brand mereka yang ada di Indonesia untuk lebih bisa menancapkan benak ke konsumen bahwa brand itu merupakan besutan Taiwan.
"Harus ada brand yang menjadi brand ambassador dari Taiwan yang lekat dengan konsumen," jelasnya.
Baca juga:
Semua negara harus gotong royong kembangkan inovasi teknologi
[Video] Lihat aksi KARMA, drone revolusioner baru dari GoPro!
Banjir produk ICT, konsumen mestinya tak perlu bingung
Terbesar di dunia, SanDisk pamer kartu memori berkapasitas 1000 GB!
Nominasi Smarties Indonesia Awards 2016 punya kualitas mumpuni
Sambut meriahnya MMA Forum Indonesia 2016 tanggal 22 September ini!