Suka tebar virus, situs-situs ini untung Rp 900 miliar per tahun
Virus-virus itu bisa menginfeksi perangkat tanpa terendus
Digital Alliance (DCA) dan perusahaan keamanan cyber RisklQ baru saja melakukan penelitian terkait operasi situs-situs pembajakan, mulai dari musik, film, dan serial televisi. Hasilnya, RisklQ menemukan bila situs-situs ini bisa untung Rp 980 miliar rupiah lebih per tahun.
Jangan salah, situs-situs itu tidak mendapatkan uang dengan legal, sebab mereka suka menyebarkan virus yang ujung-ujungnya menjadi alat hacker untuk membajak komputer dan mencuri data-data berharga. Nah, dari data-data curian itu lah pemilik-pemilik situs pembajakan itu mendapat keuntungan lebih dan berlipat ganda jumlahnya.
Dari penelitian terhadap 800 situs pembajakan, terungkap bila setiap 1 dari 3 situs pembajakan mengandung malware alias virus. Celakanya, 45 persen dari virus didesain secara khusus agar bisa masuk ke perangkat tanpa disadari pengguna.
Nyaris semua virus yang ada di situs-situs pembajakan diciptakan untuk mencuri data pengguna, terutama informasi seputar kartu kredit. Yang lebih parah, informasi itu kerap dipakai untuk tindak penipuan yang bisa membuat pemilik asli data itu masuk penjara.
Oleh karena itu, RisklQ menyarankan pengguna untuk tidak mengunjungi situs-situs berisi film, serial TV, dan lagu-lagu bajakan.
"Pengguna berhati-hatilah. Data dari penelitian ini menunjukkan tingginya angka infeksi virus dari situs-situs torrent. Hanya dengan mengunjungi situs-situs itu, informasi personal dan perangkat Anda bisa diserang malware, adware, dan spyware," ujar Elias Manousos, CEO dari RisklQ.
Baca juga:
Asus E402MA, laptop 14 inci murah untuk pelajar dan mahasiswa
Komputer gaming Android ini cuma dibanderol Rp 200 ribu
Ini komputer paling murah di dunia, cuma Rp 60 ribuan!
7 Kehebatan C.H.I.P, komputer terkecil seharga Rp 100 ribuan
Awas praktik jual laptop bekas dibilang baru, ini ciri-cirinya!