LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Steve Christian sebut ini eranya media millennial

CEO Kapanlagi sebut ini eranya media millennial

2015-08-07 14:51:08
Teknologi
Advertisement

CEO Kapanlagi Network, Steve Christian, meyakini media dalam jaringan (online) yang fokus pada budaya generasi millennial berpeluang lebih sering dibaca. Contoh yang dia sodorkan yaitu brilio.net. Situs berita yang dia bidani ini menurutnya dalam kurun 6 bulan sudah mengalahkan 150 pesaing sejenis.

"Darling yang terbaru saat ini adalah Brilio.net. Brilio berkembang dengan sangat pesat dalam tiga bulan terakhir ini tanpa ada promosi yang berarti. Mengapa? Karena Brilio dibuat oleh millennial dan untuk millennial," kata Steve kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (7/8).

Generasi Millennial merupakan identifikasi perusahan periklanan ketika melacak permasalahan, karakter, maupun tren di setiap generasi. Disimpulkan bahwa generasi millennial terdiri atas lelaki maupun perempuan yang lahir dalam kurun akhir dekade 70-an sampai awal era 2000-an. Populasinya terhitung sangat besar dan sekarang mereka sedang dalam usia produktif (20-30 tahun). Generasi ini adalah tonggak masyarakat di masa depan.

Advertisement

"Sesuaikan dengan generasinya. Kalau konten kita di KLN, anak muda yang lebih banyak baca," kata Steve.

Di sisi lain generasi millennial lahir dalam era yang nyaman. Tidak ada lagi perang atau kekacauan politik. Bisa dibilang generasi ini adalah generasi post-emotional. Sifat yang dominan dari mereka adalah optimisme tanpa batas. Hal ini melahirkan kata kunci untuk menggarisbawahi sifat dasar generasi millennial: yaitu pentingnya rencana atau yang lebih dikenal dengan passion.

Terkait strategi memunculkan konten yang orisinal sekaligus menarik pembaca dari generasi millenial, menurut Steve, sebuah perusahaan harus sinkron antara produksi konten dengan strategi perekrutan.

Advertisement

"Orang-orang dalam kantor harus berumur 25 tahun rata-rata. Itu originality-nya akan keluar."

Steve juga menjelaskan bagaimana selama ini prosesi inovasi yang dia lakukan di KLN. Dia memilah antara konten penting dan konten menarik. Meski menurut Steve perbedaan ini selalu jadi perdebatan, akan tetapi jika perusahaan media hanya melansirkonten atau isu bernilai 'penting' terus-terusan, justru pangsa pembacanya akan semakin sedikit.

"Bagaimana kita menyajikan content shareable, bagaimana dilihat 1 juta orang. Ini bukan per eksemplar seperti majalah, ini per lembar. Kita lihat piece by piece kontennya," ungkapnya.

Steve menegaskan bahwa sejauh ini KapanLagi Network punya strategi pengembangan konten yang jelas sejak didirikan pada 2003. Langkah penting itu misalnya membangun sejumlah vertikal yang menyasar jenis-jenis segmen tertentu. Indusk situs KapanLagi.com bergerak di vertikal Entertainment, Fimela.com di Lifestyle, Merdeka.com menggarap pasar General News, Bola.net mengulas serba-serbi isu Olahraga, dan sebagainya.

"Vertikal seperti merdeka.com perlu ada keseimbangan antara penting dan menarik. Yang penting perlu dikedepankan. Tetapi vertikal seperti Brilio.net (yang terbaru dari KLN) fokus pada hal yang menarik, tanpa harus peduli penting atau tidak penting. Kita seimbangkan itu dengan berbagai macam vertikal," tutupnya.

(mdk/lar)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.