Startup AI, Nodeflux, Kerja Sama dengan Dukcapil Manfaatkan Data Kependudukan RI
Kementerian Dalam Negeri melakukan sosialisasi pemanfaatan data kependudukan sekaligus penandatanganan kerja sama tentang pemanfaatan nomor induk kependudukan data kependudukan dan KTP elektronik bersama dengan sejumlah perusahaan. Antara lain PT Bank Artos, PT BNI, dan Nodeflux Indonesia.
Kementerian Dalam Negeri melakukan sosialisasi pemanfaatan data kependudukan sekaligus penandatanganan kerja sama tentang pemanfaatan nomor induk kependudukan data kependudukan dan KTP elektronik bersama dengan sejumlah perusahaan. Antara lain PT Bank Artos, PT BNI, PT BNI PJAP, PT Bank Yudha Bhakti, PT Mitra Pajakku, PT Nebula Surya Corpora, dan PT Nodeflux Teknologi Indonesia.
Acara ini digagas oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dan bertujuan memberikan sosialisasi kepada para mitra terkait pemanfaatan data kependudukan dengan mengutamakan keamanan. Kemudian berintegrasi untuk mewujudkan misi dalam menciptakan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat di bidang administrasi kependudukan.
“Kerja sama dengan para mitra kerja terpercaya dapat bertindak sebagai penyelenggara platform, yang mana keamanan data tetap diutamakan dengan tidak diberikan dan disalahgunakan kepada pihak lain. Para mitra kerja terpercaya hanya diberikan akses untuk melakukan verifikasi data dengan menggunakan data Dukcapil. Untuk itu, sosialisasi pemanfaatan data menjadi prioritas kami dalam mengutamakan pelayanan aman dan terintegrasi kepada masyarakat luas,” ujar Zudan Arif Fakrulloh, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, dalam keterangan persnya, kemarin.
Salah satu mitra Ditjen Dukcapil adalah Nodeflux, perusahaan lokal pertama dan terbesar di Indonesia berbasis Vision Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Perusahaan ini berperan sebagai penyedia platform bersama untuk memberikan performa terbaik dalam pemanfaatan data tanpa risiko keamanan.
Sistem kerja yang masuk ke ranah kerja Nodeflux, yakni performa teknologi tercanggih untuk melakukan proses verifikasi data yang memungkinkan tanpa ada campur tangan manusia.
“Dalam kerja sama ini, tidak ada nama, alamat, tanggal lahir, pekerjaan, dan informasi lainnya yang keluar dari platform bersama. Dukcapil berperan penuh dalam pemegang keputusan, jika ada satu entitas memasukkan NIK, kami akan mencocokkan dengan teknologi face recognition (pengenalan wajah) untuk memberikan kesimpulan akurasi dari nomor induk kependudukan (NIK) dengan wajah dari entitas tersebut. Saya bangga bahwa generasi muda Indonesia seperti Nodeflux mampu menciptakan teknologi face recognition untuk bangsa Indonesia,” jelas Dirjen Zudan Arif.
1.617 lembaga pemerintah dan swasta
2019 Merdeka.com
Verifikasi data yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk bidang perbankan dalam melakukan Electronic-Know Your Customer (E-KYC) telah mendapatkan perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mana seluruh lembaga perbankan harus melakukan verifikasi know your customer (KYC) berbasis NIK.
Upaya yang dilakukan oleh Dukcapil dalam melakukan kolaborasi ini menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan keamanan dan perlindungan data, sehingga menghindari adanya fraud.
Zudan berharap adanya keterbukaan dari masyarakat untuk mempercayakan fungsi dan tugas kerja dari Dukcapil untuk optimalisasi pelayanan masyarakat.
Per akhir 2019, tercatat sekitar 1.617 lembaga pemerintah dan swasta sudah bekerja sama pemanfaatan data kependudukan Dukcapil. Pentingnya proses verifikasi data ini menjadi upaya fundamental agar bisa berguna di semua sektor, dari layanan publik hingga penegakan hukum.