LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Spotify Setop Seluruh Layanan di Rusia

Respons Spotify terhadap invasi militer Rusia ke Ukraina makin keras. Platform musik ini mengumumkan memberhentikan seluruh layanan di Rusia tanpa batas waktu yang ditentukan. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu menyetop langganan berbayarnya.

2022-03-28 12:23:00
Spotify
Advertisement

Respons Spotify terhadap invasi militer Rusia ke Ukraina makin keras. Platform musik ini mengumumkan memberhentikan seluruh layanan di Rusia tanpa batas waktu yang ditentukan. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu menyetop langganan berbayarnya.

Menurut keterangan tertulis perusahaan yang dikutip dari Variety, Senin (28/3), mengakui bahwa beleid yang baru-baru ini diberlakukan di Rusia semakin membatasi akses informasi dan menghilangkan kebebasan berekspresi.

"Sayangnya, undang-undang yang baru-baru ini diberlakukan semakin membatasi akses informasi, menghilangkan kebebasan berekspresi, dan mengkriminalisasi jenis berita tertentu menempatkan keselamatan karyawan Spotify dan mungkin pendengar kami dalam risiko," tulis keterangan tersebut.

Advertisement

Bersamaan dengan pembatasan-pembatasan tersebut, Spotify juga mengatakan telah menutup kantornya di Rusia tanpa batas waktu. Selain itu, raksasa streaming audio ini juga akan memberikan dukungan individu terhadap karyawan Spotify di Ukraina, serta untuk "komunitas global pekerja Ukraina" mereka. Spotify sendiri meluncurkan layanan mereka di Rusia dan Ukraina pada bulan Juli 2020, bersamaan dengan 10 negara Eropa lainnya.

Penangguhan layanan ini mungkin tidak akan merugikan Spotify secara signifikan, dan kemungkinan hanya akan membatasi pengaruh mereka di Rusia. Rusia, mengutip Engadget, hanya mewakili satu persen dari total pendapatan Spotify. Meskipun begitu, Deloitte memperkirakan, layanan ini adalah layanan streaming musik terbesar kedua dengan pangsa 37 persen pada tahun 2021.

Selain itu, menurut Sensor Tower, saat Spotify hadir di Rusia, tercatat ada hampir 15 juta pemasangan aplikasi dari App Store dan Google Play. Sementara itu, sebelumnya, pesaing Spotify lain seperti Apple dan Deezer, juga telah melakukan penangguhan di Rusia. Apple menghentikan semua penjualan produknya di Rusia pada awal Maret, sementara Deezer menghentikan layanannya di waktu yang hampir bersamaan.

Advertisement
(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.