Smartphone dengan internal besar adalah pemborosan?
Kebanyakan memori internal smartphone habis gara-gara aplikasi bawaan tak penting.
Saat ini banyak sekali ponsel yang menawarkan fitur memori internal sangat tinggi hingga 32 GB. Namun, sebenarnya apa kita butuh dengan memori sebanyak itu untuk sebuah ponsel?
Seperti dilansir oleh Daily Mail (24/1), pertanyaan tersebut coba dijawab oleh majalah Which? yang melakukan testing terhadap beberapa perangkat dengan memori internal 16GB. Hasilnya, ternyata sebagian besar dari kapasitas itu diisi oleh bloatware atau software yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan hanya makan memori saja.
Tercatat, ada sekitar 46 persen bloatware rata-rata yang mengisi ponsel pintar dengan kapasitas memori internal 16GB. Tercatat hanya iPhone 5C saja yang memiliki manajemen penyimpanan data sangat baik sehingga hanya 21 persen memorinya yang digunakan untuk sistem.
iPhone 5C tercatat unggul ketimbang beberapa ponsel pintar lain yang kebanyakan Android. Ponsel lain yang juga di tes antara lain adalah iPhone 5S, Samsung Galaxy S4, Google Nexus 5, Sony Xperia Z1, BlackBerry Z30, HTC One Mini dan LG G2.
Sebagai informasi tambahan, bloatware biasanya sudah disediakan para produsen smartphone pada ponsel yang mereka jual. Parahnya, kebanyakan aplikasi yang tidak digunakan ini tidak bisa begitu saja dihapus karena sudah termasuk bagian dari sistem.
Sebagai contoh bloatware antara lain seperti air gesture, S Travel, S Health, dan voice command seperti yang ada di Galaxy S4. Aplikasi ini sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan dan hanya memakan space memori yang besar.
(mdk/nvl)