Smartphone bikin manusia gampang marah dan depresi
Sering pakai smartphone juga diklaim sebagai tanda OCD
Bersamaan dengan perkembangannya yang pesat, smartphone akhirnya menunjukkan sisi kelamnya. Tidak hanya dituding bisa membuat orang ketagihan, gadget mobile ini ternyata dapat membuat penggunanya stres.
Berdasarkan penelitian Universitas Baylor, Texas, Amerika pada mahasiswanya, terungkap bila penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada stabilitas emosi yang berujung pada egoisme tinggi.
Sumber dari masalah psikologis pengguna smartphone itu bermula dari tingginya tingkat interaksi dengan aplikasi-aplikasi komunikasi di smartphone, misalnya email, jejaring sosial, hingga SMS. Terlalu doyan chatting adalah bukti pengguna smartphone mencari kepuasan batin dan bentuk pengalihan perhatian dari tugas lain.
"Sering mengecek email, SMS, nge-tweet, dan browsing berlaku sebagai obat sementara bagi mereka yang berusaha menutup-nutupi masalah sehari-hari," tulis ilmuwan Universitas Baylor di laporan mereka, AndroidPit (23/02).
Lebih jauh, smartphone diklaim dapat meningkatkan tempramen pengguna. Nah, gabungan dari sifat tempramental dan aksi melarikan diri dari masalah sehari-hari lewat smartphone itulah yang menyebabkan pengguna sering mengalami depresi.
Bahkan, banyak pihak mengatakan penggunaan smartphone berlebihan sebagai tanda OCD (obsessive-compulsive disorder) atau perasaan was-was berlebihan saat tidak melakukan sesuatu berulang kali. Contohnya adalah kerap mengecek smartphone tiap menitnya dan kecemasan berlebih saat tidak bersama smartphone.
Baca juga:
Sony rilis smartphone kelas menengah dengan konektivitas super
Calon smartphone super, Meizu MX5 dirumorkan usung kamera 41MP
Ini planet yang paling mungkin dihuni alien
Detail HTC One M9, dari spesifikasi hingga harga