LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Smartphone bantu genjot pertumbuhan ekonomi nasional

Setiap pengguna smartphone mampu memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 1.728.000

2015-12-02 10:05:00
Smartphone
Advertisement

Smartphone kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Tak sekadar untuk konsumsi semata, melainkan sebagai alat produksi dan enabler pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.

Hal ini pun selaras dengan hasil kajian yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi UI bersama Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mengenai dampak pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk smartphone.

"Smartphone adalah alat produksi yang memungkinkan masyarakat meningkatkan kualitas hidup, memberikan akses lebih mudah untuk informasi dan peluang-peluang bisnis," kata Ketua Umum Mastel, Kristiono.

Advertisement

Dipandang dari sudut kontribusi smartphone terhadap perekonomian makro negara, hasil kajian menyimpulkan bahwa setiap pengguna smartphone mampu memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp 1.728.000.

Selanjutnya, kenaikan jumlah pengguna telepon selular sebesar 1 persen akan meningkatkan PDB sebesar 0,055 persen. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika semua pengguna telpon selular memberi kontribusi terhadap PDB sebesar 5,5 persen.

Nah, untuk itu, kajian pengenaan PPnBM pada smartphone yang sempat diajukan pemerintah baru-baru ini, dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap penurunan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,25 persen dan menimbulkan pengangguran baru, serta menurunkan potensi penerimaan pajak gabungan.

Advertisement

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan bahwa dirinya telah bicara dengan Badan Kebijakan Fiskal terkait hal itu. Dia juga masih berdiskusi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro terkait batas harga ponsel mewah yang kena PPnBM.

"Menkeu minta Rp 8 juta. Tapi, saya minta USD 1.000. Di sisi lain, salahnya di sektor TIK, belanja iklannya itu nomor dua. Jadi menunjukkan kalau dia kaya. Nah kalau kaya makanya bayar pajak. Karena hanya orang yang kaya yang bisa pasang iklan besar-besaran," kata pria yang akrab disapa Chief RA, kemarin saat ulang tahun Mastel.

Baca juga:
Smartphone baru Acer ini punya 3 kartu SIM LTE dengan kamera 13 MP
Blackberry Priv berlapis emas 24 karat ini dibanderol Rp Rp 17 juta
Vivo luncurkan 2 smartphone dengan RAM 4 GB dan audio paling top
Oppo kenalkan A53, phablet Octa-core berteknologi 4G
Smartphone ini usung kamera yang bisa berputar 180 derajat

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.