LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Skandal Facebook berlanjut, riwayat telepon dan SMS juga bocor

Skandal Facebook berlanjut, riwayat telepon dan SMS juga bocor. Setelah skandal Facebook soal kebocoran data yang dikumpulkan Cambridge Analytica terungkap, masyarakat kini makin gencar untuk menghapus akun Facebooknya. Namun dari upaya penghapusan tersebut, justru fakta-fakta lain terungkap.

2018-03-27 06:00:00
Skandal Facebook
Advertisement

Setelah skandal Facebook soal kebocoran data yang dikumpulkan Cambridge Analytica terungkap, masyarakat kini makin gencar untuk menghapus akun Facebooknya. Namun dari upaya penghapusan tersebut, justru fakta-fakta lain terungkap.

Melansir laporan The Verge, Facebook telah mengumpulkan riwayat panggilan dan data SMS dari smartphone Android selama bertahun-tahun. Hal ini bisa ditemukan dari data file akun Facebook kita yang bisa diunduh.

Pertama kali, fakta ini ditemukan oleh seorang pengguna Twitter bernama Mat Johnson.

Advertisement

"Oh Wow file Zip Facebook saya berisi info tentang setiap panggilan telepon dan SMS yang aku kirim selama satu tahun," cuit Mat Johnson di Twitter.

Hal serupa juga dialami oleh pengguna Twitter bernama Dylan McKay.

"Entah mengapa (Facebook) memiliki riyawat teleponku dengan ibu mertuaku," cuit Dylan.

Advertisement

Menurut The Verge juga banyak sekali warganet lain yang menemukan pola serupa, yakni Facebook menyimpan riwayat panggilan ke kontak-kontak terdekat seperti keluarga.

Berdasarkan laporan Ars Technica, hal ini bukan isapan jempol belaka. Aplikasi Facebook di Android memang meminta akses untuk kontak, data SMS, serta riwayat panggilan dari perangkat Android Anda. Hal ini digunakan Facebook untuk membedakan kontak bisnis dan kontak personal Anda, di mana Facebook merancang algoritma canggih untuk melakukannya.

Menurut laporan yang sama, Facebook diduga mengumpulkan data ini lewat aplikasi Messenger miliknya, yang selalu meminta pengguna untuk jadi aplikasi pengganti SMS. Berbagai data kontak pun juga diunggah ke Facebook dengan secara tidak sadar lewat persetujuan kita.

Ars Technica menyebut bahwa hal ini telah terjadi bertahun-tahun, sejak permintaan izin akses di Android ke pengguna tak seketat sekarang. Googl sendiri mengubah izin Android jadi lebih jelas dan terpecinci untuk saat ini. Meski demikian, pengembang tetap dapat mengakses berbagai data yang mereka inginkan asal pengguna memberi izin.

Soal kasus terbaru ini, Facebook telah memberi tanggapan. Juru bicara Facebook menyebut bahwa ini adalah hal yang normal, terlebih lagi Anda mengunggah kontak telepon ke aplikasi jejaring sosial seperti Facebook.

"Hal paling penting dari aplikasi dan layanan jejaring sosial adalah membenatu Anda untuk terkoneksi dengan orang-orang yang ingin Anda temui," ungkap juru bicara Facebook kepada Ars Technica.

"Jadi, ketika pertama kali Anda sign in ke jejaring sosial lewat smartphone Anda, sudah menjadi praktik yang digunakan secara luas untuk mengunggah kontak ponsel Anda," lanjut sang juru bicara.

Tidak ada di iOS

Kejadian serupa, tidak ditemukan di perangkat iPhone atau gadget lain berbasis iOS. Disebut The Verge, mayoritas aplikasi yang ada di iOS tidak bisa mengakses riwayat telepon atau SMS.

Hal ini membuat aplikasi Facebook di iOS tak bisa mengambil data apapun dari iPhone atau iPad.

Baca juga:
Polisi Inggris mulai selidiki dan kumpulkan bukti skandal Cambridge Analytica
Skandal Cambridge Analytica: Facebook minta maaf di surat kabar Inggris dan AS
Imbas kasus kebocoran data Facebook, industri ini diprediksi tumbuh di masa depan
Bocoran dokumen: Begini cara Cambridge Analytica menangkan Trump dalam pilpres AS
Mantan penasihat Trump sebut 50 juta data pengguna Facebook dijual ke seluruh dunia
Tak cuma Facebook, Instagram juga tempat 'setor' data pribadi
Facebook terapkan kebijakan ini untuk cegah kebocoran data terulang

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.