LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Sistem pendeteksi wajah tak selalu akurat

Hal itu terbukti dari kasus salah identifikasi pelaku kriminal di pertandingan final Liga Champion di Cardiff, Wales, pada tahun 2017 lalu. Hal itu seperti yang dilaporkan oleh The Guardian dan Ar, Rabu (9/5).

2018-05-09 11:02:21
Teknologi
Advertisement

Tak selamanya penggunaan teknologi pengenalan wajah selalu akurat. Hal itu terbukti dari kasus salah identifikasi pelaku kriminal di pertandingan final Liga Champion di Cardiff, Wales, pada tahun 2017 lalu. Hal ini dilaporkan oleh The Guardian dan Ar, Rabu (9/5).

Kala itu pada final Liga Champions tersebut, ribuan orang telah salah teridentifikasi sebagai pelaku kriminal. Diam-diam kepolisian di sana memang telah menyematkan teknologi pengenalan wajah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah tugas pihak kepolisian mengenali pelaku kejahatan.

Namun pada kenyataannya, dari 2.470 pemberitahuan dari sistem pengenalan wajah, sebanyak 2.297 adalah bukan pelaku tindak kejahatan. Ini sama saja 9 dari 10 orang salah teridentifikasi melalui sistem pengenalan wajah yang layak ditangkap.

Advertisement

Pihak kepolisian di sana pun memaklumi bahwa tidak 100 persen sistem pengenalan wajah akurat. Menurut mereka, hal tersebut merupakan masalah teknis dan normal untuk uji coba sistem pengenalan wajah.

"Tentu saja, tidak ada sistem yang 100 persen akurat dalam semua kondisi. Masalah teknis adalah normal untuk semua sistem pengenalan wajah. Ini kesalahan yang akan terus menjadi masalah yang umum di masa mendatang," jelas polisi.

Meskipun ada kesalahan sistem, pihak kepolisian menjamin bahwa tak seorangpun ditangkap gara-gara salah identifikasi dalam kasus tersebut. Pihaknya pun mencoba untuk melakukan kajian mengapa banyak orang yang salah identifikasi.

Advertisement

Dari hasil kajiannya itu ternyata, penyebabnya adalah kualitas gambar yang dihasilkan masih rendah. Sehingga membuat sistem pengenalan wajah keliru dalam mendeteksi.

Meski banyak identifikasi palsu, ada juga porsi keberhasilan dari penerapan teknologi ini. Misalnya, ada enam yang berhasil diidentifikasi di konser Liam Gallagher di Cardiff, Desember lalu. Kepala polisi Matt Jukes mengatakan, teknologi ini berpotensi dipakai untuk menemukan sesuatu hal yang besar.

"Kami perlu menggunakan teknologi ini ketika ada ribuan orang berkumpul dalam kerumunan. Tujuannya untuk melindungi semua orang, kamipun mendapat hasil yang bagus dari itu, tentunya dengan memastikan akurasinya," tutur Juke.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.