Sektor pertanian cocok implementasikan IoT
Internet of Things (IoT) kini sedang ramai menjadi perbincangan banyak orang. Tak mustahil, ke depannya, semuanya akan terkoneksi dengan internet. Misalnya saja, perangkat elektronik di rumah. Itu baru sebagian kecil yang digunakan oleh pengguna secara langsung. Bagaimana dengan skala industri yang lebih besar?
Internet of Things (IoT) kini sedang ramai menjadi perbincangan banyak orang. Tak mustahil, ke depannya, semuanya akan terkoneksi dengan internet. Misalnya saja, perangkat elektronik di rumah. Itu baru sebagian kecil yang digunakan oleh pengguna secara langsung. Bagaimana dengan skala industri yang lebih besar?
Setiap negara, berbeda-beda dalam memprioritaskan untuk skala industri. Tergantung dari keunggulan industri di setiap negara. Begitu juga di Indonesia.
Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Semuel A. Pangerapan, di negeri ini, penerapan IoT untuk skala industri memiliki potensi yang besar untuk sektor pertanian.
"Negeri kita ini kan Agraris. Potensi yang besar itu ya di sektor pertanian. Banyak hal yang bisa diterapkan IoT untuk sektor ini nantinya," ujar dia usai acara Asia IoT Business Platform di Jakarta, Selasa (28/8).
Lebih lanjut, dikatakan pria yang akrab disapa Semmy ini, misalnya saja untuk perikanan. IoT bisa digunakan untuk nelayan mencari ikan di laut. Mereka tak perlu repot-repot menggunakan cara yang tradisional.
"Kemudian kalau di peternakan, peternak bisa mengetahui masa hamil dari hasil ternaknya. Itu bisa menggunakan semacam sabuk yang melingkar untuk mendeteksi hal tersebut," ungkapnya.
Meski begitu, untuk nantinya bisa secara massif menerapkan IoT, dasarnya tetap infrastruktur. Infrastruktur internet menjadi tulang punggung bisa terciptanya IoT.
"Nah, yang terpenting ya tetap konektivitas internetnya," kata dia.
(mdk/faz)