Sejauh Mana Kecerdasan Buatan Mirip dengan Otak Manusia? Ini Kata Ilmuwan
Ilmuwan ungkap misteri kemiripan kecerdasan buatan dengan otak manusia.
Kecerdasan Buatan atau AI adalah teknologi canggih yang terinspirasi dari otak manusia. Namun, sejauh mana kemiripan keduanya?
Brian Christian, penulis buku The Alignment Problem: Machine Learning and Human Values menceritakan bagaimana awal mula munculnya ide dari jaringan saraf buatan.
Dalam prolog bukunya, Christian mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari teori yang dikembangkan Walter Pitts dan Warren McCulloch pada 1942 silam
Walter Pitts, seorang matematikawan dan Warren McCulloch, seorang ahli saraf bekerja sama untuk mengungkap misteri cara kerja otak. Hasil penelitian mereka menemukan bahwa neuron menyala atau tidak menyala karena ambang aktivasi.
Sementara, menurut Yoshua Bengio, profesor ilmu komputer di Universitas Montreal yang juga meneliti jaringan saraf buatan mengatakan bahwa AI adalah model dari apa yang terjadi pada otak. Bukan sebagai duplikasi.
"Banyak inspirasi, tetapi juga sangat berbeda dari otak dalam banyak hal," kata dia dilansir dari Discovermagazine, Jumat (10/3).
O'Reilly seorang ahli saraf dan ilmuwan komputer di University of California Davis mengatakan kecerdasan buatan seperti GPT3 dan ChatGPT secara tidak langsung memetakan bagaimana area pada otak bekerja atau “mash-up”, bukan hanya apa yang dilakukan neuron individu.
Kecerdasan buatan mungkin memang terinspirasi dari otak manusia, bahkan terlihat kembar. Tetapi masih ada perbedaan antara dua hal itu.
O'Reilly menyatakan bahwa jaringan saraf buatan tidak memiliki kesadaran seperti hal nya otak manusia. Untuk mendapatkan itu membutuhkan percakapan bolak-balik, sedangkan jaringan saraf buatan hanya memiliki percakapan satu arah di antara neuron AI.
Pada akhirnya, teknologi yang paling terinspirasi secara biologis ini memang memiliki kemiripan dengan hal aslinya, tetapi tetap tidak sama secara keseluruhan.
Reporter magang: Safira Tiur Margaretha
(mdk/faz)