Satu kelemahan pasti perangkat pintar
Smartwatch dan smartphone memang pintar, tetapi dua gadget ini juga punya satu kelemahan yang sama
Perangkat elektronik terutama gadget dengan embel-embel pintar seperti smartphone atau smartwatch ternyata memiliki satu kelemahan pasti.
Kelemahan pasti dari perangkat pintar ini adalah baik smartphone atau smartwatch ini tidak bisa lepas dari ketergantungan akan charger karena borosnya daya baterai perangkat tersebut.
Semakin borosnya daya baterai seiring makin canggih sebuah gadget memang masuk akal. Hal ini karena makin pintar sebuah perangkat maka baterai juga makin bekerja keras menyokong spesifikasi di dalamnya seperti prosesor, RAM, internal memori, kamera, dan perangkat lainnya.
Sebagai contoh, pengguna smartphone saat ini tentu tidak bisa keluar rumah dan tetap menggunakan smartphonenya dengan intens tanpa bantuan dari alat menyuplai daya atau powerbank dan charger untuk mengisi daya baterai yang tidak mampu bertahan seharian.
Begitu juga pengguna smartwatch seperti Sony Smartwatch dan Samsung Galaxy Gear yang bahkan harus mengisi ulang daya baterai setiap 10 jam sekali.
Hal ini senada dengan survei yang dilakukan lembaga CAT yang mana menyebutkan jika baterai merupakan masalah utama pengguna perangkat pintar saat ini.
"Baterai merupakan keluhan terbesar dan paling utama responden survei (pengguna smartphone) dengan persentase hingga 37. Hal ini lebih tinggi dari daftar keluhan yang lain, seperti responsivitas smartphone (14 persen) dan biaya kuota data yang terlalu tinggi sebanyak 12 persen," seperti dikutip PhoneArena (28/11).
Tentu fenomena ini tidak ditemukan pada pengguna perangkat ponsel atau feature phone dan juga jam tangan biasa yang mana tidak harus kerepotan membawa power bank dan charger ketika mereka harus beraktivitas di luar rumah.
(mdk/dzm)