Rugi hampir 1T, BlackBerry PHK karyawan
Hal ini merupakan imbas dari rapor buruk yang diterima pada kuartal kedua lalu.
Krisis kedua kalinya yang dialami BlackBerry, dulu bernama RIM, membuat mereka kembali melakukan PHK terhadap karyawannya. Hal ini dikarenakan adanya paksaan dari para pemegang saham.
Seperti yang dilansir oleh Daily Tech (10/7), produsen BlackBerry 10 ini akhirnya menyepakati untuk merumahkan lagi beberapa pekerjanya dari Waterloo. Dengan begitu, bertambah sudah mantan pekerja BlackBerry yang pada tahun lalu dipecat sebanyak 5 ribu orang.
Adapun pemotongan jumlah karyawan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk merestrukturisasi lagi peningkatan penjualan dan market share dari produk BlackBerry. Hal ini menyusul munculnya kekecewaan dari para pemegang saham atas prestasi BlackBerry dalam enam bulan terakhir yang ternyata belum juga meraup keuntungan.
Seperti diketahui, BlackBerry memang berhasil melakukan penjualan perangkat terbaru mereka hingga 2,7 juta perangkat dalam tiga bulan terakhir. Hanya saja, ternyata hal ini masih belum mampu mengangkat BlackBerry dari jurang keterpurukan.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun ini, BlackBerry mengumumkan bahwa mereka merugi USD 84 juta atau sekitar Rp 840 miliar. Angka ini cukup mengejutkan mengingat tak ada yang salah dari angka penjualan perangkat BlackBerry 10 sendiri.
Hal ini pun sempat membuat posisi Thorsten Heins, CEO BlackBerry, di ujung tanduk. Jika BlackBerry tetap tak berprestasi dalam kuartal selanjutnya, bisa-bisa Heins ditendang dari posisi tersebut.