Robot bakal gantikan tentara AS di 2015
Nantinya pada tahun 2015 hampir sebagian besar tentara Amerika Serikat sudah digantikan robot perang canggih
Amerika Serikat berencana akan menggantikan personel angkatan daratnya dengan robot pintar mulai 2015 mendatang.
Hal ini diungkapkan Jenderal Robert Cone, kepala Pelatihan dan Doktrin Komando Angkatan Darat Amerika Serikat, selama pidato yang diadakan pada tanggal 15 Januari, di Army Aviation Symposium, di Arlington, Virginia, seperti dilansir Softpedia (23/1).
Dalam kesempatan tersebut Cone mengatakan bahwa pihak militer Amerika Serikat berencana untuk mengganti beberapa personel tugas aktif dengan robot di tahun-tahun mendatang. Pejabat tersebut mengatakan bahwa Angkatan Darat AS perlu diubah menjadi lebih kecil, lebih mematikan, dan gesit.
Untuk mengecilkan tim brigade tempur ini, rencananya akan dilakukan efisiensi dengan pengurangan dari 4.000 sampai 3.000 tentara atau dikurangi sebesar 25 persen dengan menggantikan beberapa personel tugas aktif dengan robot dan kendaraan perang tak berawak.
Robot perang ini sendiri dikabarkan dibuat dengan bobot ringan, dilindungi lapisan baja, dan dapat bergerak lincah, sehingga mengurangi nilai berat keseluruhan masing-masing brigade individu.
Berdasarkan lansiran tersebut, rencananya pada akhir tahun 2015, jumlah tentara yang bertugas di Angkatan Darat akan berkurang dari 540 ribu menjadi 490 ribu personel saja. Nantinya tiap tahun jumlah personel aktif akan dikurangi sebesar 70 ribu anggota tiap tahunnya hingga tahun 2019.
Robot dengan fungsi dan teknologi yang begitu maju dan mandiri saat ini diklaim dapat dengan mudah mengambil beban ekstra di medan pertempuran. "Keterlibatan robot perang ini tentu dapat menurunkan jumlah prajurit yang gugur di medan perang." ungkap Jenderal Robert Cone.
(mdk/dzm)