LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Registrasi IMEI Penting Atasi Smartphone Ilegal

Erajaya perusahaan retail dan distributor untuk perangkat smartphone dan wearable mendukung upaya pemerintah yang hendak menerapkan kebijakan registrasi IMEI (international Mobile equipment identity) pada ponsel.

2018-12-16 10:00:00
Smartphone
Advertisement

Erajaya perusahaan retail dan distributor untuk perangkat smartphone dan wearable mendukung upaya pemerintah yang hendak menerapkan kebijakan registrasi IMEI (international Mobile equipment identity) pada ponsel.

Registrasi IMEI sendiri diberlakukan pemerintah untuk membendung peredaran smartphone ilegal atau black market (BM) di Indonesia. Director Marketing Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo mengatakan, peredaran smartphone BM bisa di lock menjadi cara efektif.

"Kalau (smartphone BM) bisa di lock dengan IMEI itu the most effective way (mengatasi peredaran smartphone BM, tapi itu dari otoritas," katanya seperti yang dikutip dari Liputan6.com, Minggu (16/12).

Advertisement

Dikatakannya, terdapat urgensi bagi Erajaya Group serta vendor smartphone untuk mendukung pemerintah menerapkan kebijakan registrasi IMEI perangkat.

"Memang ada urgensi di mana kita mendukung otoritas benar-benar melakukan tindakan riil seperti itu (registrasi IMEI) untuk mengurangi peredaran smartphone BM yang sedemikian rupa," ucapnya.

Erajaya turut mendukung kebijakan tersebut, sebab peredaran smartphone ilegal sangatlah merugikan bagi banyak pihak. Menurut Djatmiko, dari sisi pemerintah, peredaran smartphone ilegal membuat pemerintah kehilangan potensi pajak penghasilan hingga 10 persen. Pasalnya, jumlah smartphone BM di pasaran sangat masif.

Advertisement

Pada sisi lain, dengan peredaran smartphone BM, konsumen juga tak dilindungi oleh garansi.

"Kalau (pakai) smartphone BM, misalnya ada kerusakan siapa yang tanggung jawab," ujarnya.

Sementara dari sisi pebisnis resmi, peredaran smartphone ilegal sangatlah merugikan secara pendapatan.

"Sebagai pemain resmi yang mempekerjakan hampir 9.000 orang dan memiliki investasi retail hampir 1.000 itu sudah merupakan bentuk komitmen. Kalau ada yang bawa smartphone BM harga selisihnya jauh, itu jadi enggak fair," katanya.

Djatmiko tak menyebut berapa kerugian yang diderita pemain resmi tiap tahunnya gara-gara peredaran smartphone ilegal. Namun, dia meyakini jumlahnya cukup besar.

"Contohnya gini, hanya 3 bulan sejak launching iPhone XS global, dengan Singapura selisih 2 bulan, yang sudah pakai banyak. Itu darimana?" tuturnya.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Agustin Setyo Wardani

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.