Q1 2013, nilai Twitter ditaksir Rp 95 triliun
Hal ini berdasarkan audit yang dilakukan oleh GSV.
Semakin meningkatnya pengguna dan peran Twitter di dunia nyatanya tak membuat nilai jejaring sosial ini meningkat. Hal ini terlihat dari audit yang dilakukan oleh GSV Capital Corp.
Seperti yang dilansir oleh The Next Web (11/5), harga saham untuk Twitter ditaksir pada kisaran USD 18,5 atau sekitar Rp 180 ribu per lembar. Dengan begitu, secara keseluruhan Twitter bernilai USD 9,8 miliar atau Rp 95 triliun.
Angka USD 9,8 miliar ini sendiri bisa dibilang sangat besar. Namun, jika dibandingkan dengan audit kuartal akhir 2012 lalu. Saat itu, Twitter masih bernilai sebesar USD 10 miliar atau sekitar Rp 97 triliun.
Meski begitu, Twitter sendiri masih bisa dibilang dalam kondisi yang sehat dan menguntungkan. Bahkan, penurunan ini tak mengganggu sedikitpun dalam rencana IPO mereka.
GSV sendiri bukan kali pertama ini melakukan audit keuangan untuk Twitter. Sebelumnya, mereka pernah mengevaluasi jejaring sosial ini pada Desember 2011.
Pada saat itu, Twitter tercatat memiliki nilai saham terendah sepanjang sejarahnya. Saham Twitter per lembar bernilai USD 16.46 atau sekitar Rp 159 ribu.
Saat ini, Twitter sendiri masih masuk dalam jajaran perusahaan bernilai tinggi.
(mdk/nvl)