LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Promosikan OTT Nasional tak cukup sebar SMS

ATSI menginginkan agar OTT nasional juga lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia

2016-08-19 17:39:00
Digital Startup
Advertisement

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) saat Maret lalu memutuskan tiga pemain Over The Top (OTT) nasional yang diajak bekerja sama oleh seluruh operator selular. Tiga OTT yang beruntung itu adalah Qlue (aplikasi pelaporan publik), Catfiz (aplikasi pesan instan), dan Sebangsa (aplikasi media sosial).

Tujuan dari dilakukannya hal itu, agar OTT dalam negeri mampu bersaing dengan OTT global seperti WhatsApp, Line, dan lain sebagainya. Dari bentuk dukungan tersebut, pihak ATSI menginginkan agar OTT nasional juga lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan tentunya dipakai.

Lantas, bagaimana perkembangannya saat ini?

Advertisement

Menurut Founder sekaligus Direktur Utama Catfiz, Mochammad Arfan mengatakan, bantuan dukungan dari ATSI berupa SMS blast saat ini sudah bisa dirasakan. Meskipun, tidak terlalu signifikan.

"Ada, tapi tidak signifikan. Dari SMS yang disebar hanya di bawah 1 persen yang install," ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (19/08).

Dikatakannya, dalam kerja sama itu, pihak ATSI melakukan SMS broadcast seminggu sekali selama tiga bulan. Kerja sama dengan pihak ATSI saat ini pun telah berakhir.

Advertisement

Untuk lebih mempopulerkan OTT nasional secara signifikan, dia bersama dua OTT nasional yang lain telah menyampaikan usulan agar bentuk komunikasi publik bisa lebih efektif. Salah satunya dengan cara seperti yang dilakukan oleh operator selular menggandeng layanan OTT asing.

"Usulan kami sih lebih engage ke layanan bersama. Sebagaimana operator selular sekarang menggandeng dan promo OTT asing seperti Line, WhatsApp, BBM, Instagram, HooQ, dan lain sebagainya," katanya.

Meski begitu, dia menuturkan bahwa bentuk promosi yang dilakukan ATSI sangat membantu pihaknya. Tetapi, belum menemukan bentuk sinergi yang maksimal.

"Diperlukan terobosan engagement yang lebih kreatif tidak hanya sekedar broadcast promo," tuturnya.

Baca juga:
Enam tantangan perusahaan transisi ke arah digital
Go-Jek dan Grab bersaing ketat, pemain baru tak bisa bergerak
TKDN jadi angin segar pengembang aplikasi lokal
East Ventures kucurkan investasi ke startup periklanan
Menkominfo soal 1000 startup: Yogyakarta banyak orang kreatif

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.