Produsen smartphone termurah di dunia berurusan dengan polisi
Produsen itu mengaku bekerja sama dengan pemerintah India
Masih ingatkah Anda dengan smartphone Freedom 251? Ya, smartphone itu adalah yang termurah di dunia yang kini dipasarkan di India. Di awal tahun lalu smartphone ini membuat internet heboh karena dijual dengan harga sangat murah, yakni Rp 50 ribuan. Sayangnya, kini justru produsen smartphone murah itu harus berurusan dengan hukum.
Baru-baru ini, Ketua Partai Bharatiya Janata, partai terbesar di India yang bernama Kirit Somaiya baru saja melaporkan Ringing Bells ke pihak berwajib. Kirit mengatakan bila perusahaan itu telah melanggar peraturan undang-undang IT soal penipuan publik.
Kirit tidak percaya ada smartphone yang bisa dijual semurah itu tanpa adanya kontrak dengan penyedia layanan selular. Penjualan Freedom 251 dianggap sebagai bentuk skema Ponzi.
Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan penjualan.
Tidak hanya itu, Freedom 251 disebut bukanlah produk asli buatan Ringing Bells, melainkan smartphone buatan China bernama Adcom Ikon 4. Banyak pembeli yang melaporkan bila ada logo 'Adcom' pada Freedom 251 yang ditutup oleh lapisan cat putih. Selain itu, Android Lollipop 5.1 di Freedom 251 diklaim sebagai tiruan iOS semata.
Akibat hal itu, kini Ringing Bells sedang menjalani investigasi oleh kepolisian India. Ironisnya, Ringing Bells lebih dulu mengaku bekerja sama dengan pemerintah India.
Ya, Ringing Bells' sebelumnya disebut ada di bawah naungan Perdana Menteri Narendra Modi yang memiliki cita-cita membuat setiap warga India melek teknologi. Salah satunya lewat penjualan smartphone murah.
Sumber: Phone Arena, Wikipedia
Baca juga:
5 Fakta mencengangkan aplikasi smartphone yang wajib diketahui!
Sebentar lagi berjalan kaki sambil main HP dipenjara 15 hari!
Game-game PlayStation segera bisa dimainkan di smartphone Android!
Kontroversi pistol berbentuk smartphone buatan Amerika
Pre-order iPhone SE belum mulai, Apple Store down!