Produksi Susu Meningkat saat Sapi Dipakaikan Kacamata VR
Virtual Reality (VR) baru-baru ini digunakan di industri peternakan di Aksaray, Turki. Penggunaan VR ini khususnya untuk sapi. Konsepnya seperti pada umumnya, namun VR digunakan oleh sapi. Tujuannya agar sapi tidak stress.
Virtual Reality (VR) baru-baru ini digunakan di industri peternakan di Aksaray, Turki. Penggunaan VR ini khususnya untuk sapi. Konsepnya seperti pada umumnya, namun VR digunakan oleh sapi. Tujuannya agar sapi tidak stress.
Ketika sapi tidak stress, anggapannya akan meningkatkan produksi susu. Nyatanya, cara ini disebut berhasil. Izzet Kocak, seorang peternak sapi di sana menyebut biasanya produksi sehari mencapai 5,7 galon sehari.
Setelah penggunaan VR, susu sapi mampu dihasilkan sebanyak 7 galon dalam sehari. Keberhasilan ini membuatnya ingin membeli 10 headset VR lagi.
"Mereka menonton padang rumput hijau dan itu memberi mereka dorongan emosional. Stres mereka pun berkurang," kata Izzet kepada The Sun, sebagaimana dilansir New York Post, Jumat (14/1).
Sebetulnya, solusi ini bukan pertama kali. Di Rusia, beberapa tahun lalu pernah melakukan uji coba terhadap dampak yang ditimbulkan VR kepada produksi susu sapi.
Hasilnya pun sama. Mengurangi kecemasan dan meningkatkan produksi susu.
Kementerian Pertanian Rusia mengatakan sistem itu dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa sapi merasakan warna merah lebih baik daripada warna biru dan hijau.
"Selama tes pertama, para ahli mencatat penurunan kecemasan," ungkap Kementerian Pertanian Rusia.
Sumber: Liputan6 / Iskandar
(mdk/faz)