Pricebook dapatkan pendanaan baru ketiga
Pricebook dapatkan pendanaan baru ketiga. Dua investor baru startup itu adalah KLab Venture Partners Co., Ltd dan Aucfan Co., Ltd. Menggunakan dana tersebut, Pricebook siap melakukan ekspansi ke dalam berbagai kategori produk dan memperluas pasar hingga ke luar Jakarta.
Startup asal Jepang Pricebook Co., Ltd mengumumkan mendapatkan pendanaan baru ketiganya dari dua venture capital asal Negeri Sakura. Dua investor itu adalah KLab Venture Partners Co., Ltd dan Aucfan Co., Ltd. Dalam keterangan resminya tidak menyebutkan secara detail rencana setelah mendapatkan investasi tersebut dan nominal yang didapatkan.
Mereka hanya menuliskan akan melakukan ekspansi ke dalam berbagai kategori produk dan memperluas pasar hingga ke luar Jakarta. Saat ini Pricebook sudah ada di Indonesia sejak Desember 2013.
Sebelumnya, Pricebook mendapatkan pendanaan awal dari Incubate Fund (Masahiko Honma) pada September 2013. Kemudian, pada pendanaan tahap kedua, mereka mendapatkan tiga investor sekaligus pada tahun 2015. Tiga investor tersebut adalah Global Brain Corporation asal Jepang, IMJ Investment Partners asal Singapura, dan satu investor individu bernama Hiro Mashita, yang merupakan pendiri dan direktur M&S Pte.Ltd asal Singapura.
Pricebook sendiri merupakan startup yang berupaya menyelesaikan persoalan informasi asimetris antara konsumen dan pelaku bisnis di Asia Tenggara. Sederhananya, mereka hanya mengumpulkan dan menyediakan informasi mengenai harga penjualan baik toko online dan fisiknya di situsnya.
Masuknya mereka ke pasar Indonesia, di latarbelakangi lantaran kanal belanja utama Indonesia cenderung offline yang disebabkan oleh faktor harga, kepercayaan, kecepatan serta masalah sensitif lainnya. Permasalahan dengan transaksi offline adalah sifatnya yang asimetris secara informasi dan tak terhubung di mana tak ada pemangku kepentingan, yakni pembeli, penjual dan produsen, yang memiliki akses lengkap terhadap informasi akurat dan real-time. Faktor-faktor tersebut yang menyebabkan kesempatan menghilang di mana-mana.
"Meskipun pasar e-commerce Indonesia sangat besar, kenyataannya berbeda dari sebagian besar pasar saat ini. Melihat perkembangan bisnis yang berubah-ubah, hal ini memperlihatkan belum ada pemain yang benar-benar bisa memenuhi keinginan pengguna. Sementara itu, sejak diluncurkannya Pricebook, kami selalu memberikan data yang mendalam," ujar Tomonori Tsuji, CEO of Pricebook.
Saat ini Pricebook bekerjasama dengan lebih dari seribu toko offline di Jakarta, Surabaya dan Bandung serta secara eksklusif dengan mall-mall ITC sebagai penyedia produk elektronik terbesar, Pricebook menjadi penyedia layanan yang menawarkan informasi terkait toko online yang terdaftar di dasbor untuk pembeli dan bisnis.
(mdk/bbo)