Posisi Mark Zuckerberg di ujung tanduk?
Menurut beberapa analis, sudah saatnya Facebook melakukan regenerasi kepemimpinan.
Saham Facebook sejak dibukanya IPO beberapa bulan lalu terus terpuruk. Beberapa analis mengatakan bahwa sudah saatnya Facebook melakukan recover dengan mengganti CEO mereka saat ini yaitu Mark Zuckerberg.
Saham Facebook pada hari Jumat (17/08) lalu kembali ditutup melemah 4 persen. Denganterus melemahnya saham situs jejaring sosial terbesar ini banyak kritikan tajam ditujukan ke Zuck selaku CEO Facebook saat ini.
"Dia memang seorang yang jenius dalam membangun sebuah perusahaan kecil, namun semua itu tidak berguna ketika startup tersebut harus berubah menjadi sebuah perusahaan besar," ucap seorang pengacara sekuritas Andrew Stoltmann seperti yang dikutip USA Today (19/08).
Duncan Davidson, Managing Director Bullpen Capital juga mengatakan bahwa saat ini Zuck masih aman posisinya karena tanpa dia Facebook tidak akan pernah ada.
Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang berasal dari sebuah startup kecil dan berubah menjadi perusahaan publik yang besar. Contohnya adalah Apple dan Yahoo!. Kedua perusahaan ini pernah menyingkirkan pendirinya 'untuk sejenak' dan menariknya kembali beberapa tahun kemudian.
Steve Jobs pernah didepak dari Apple dan kembali mengurusi perusahaan tersebut yang akhirnya menjadi salah satu perusahaan paling diperhitungkan saat ini.
Peter Shankman, advisor teknologi mengatakan, "Salah satu aset terbesar seorang penemu muda adalah harus tahu posisi." Masa transisi sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan ketika sang penemunya kesulitan dalam mengatur dan mengembangkannya lagi.
Dengan banyaknya analisa dan kritikan terhadap CEO Facebook ini, apakah di kemudian hari Zuck harus merelakan perusahaan yang dirintisnya dikelola orang lain untuk sementara waktu?
(mdk/das)