LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Ponsel lokal resmi banyak yang ber-IMEI ganda

Sedikitnya, 50 juta ponsel yang beredar di Indonesia masuk kategori ilegal dan ber-IMEI ganda.

2013-07-05 08:44:00
Teknologi
Advertisement

Di tengah kehebohan rencana pemerintah yang akan mematikan sinyal ponsel ber-IMEI ilegal, kabar mengejutkan ditemukan pada ponsel bermerek lokal tapi diproduksi di China.

Menurut pengamat gadget, Gunadi Igun, ponsel bermerek lokal meski tesmi terkadang memiliki IMEI double, bahkan triple.

"Itu sudah lazim, karena ponsel ber brand lokal kebanyakan diproduksi di Shenzen, China. Menteri tidak tahu lapangan, jadi kebijakannya suka aneh," ujarnya kepada merdeka.com, Jumat (5/7).

Menurut dia, memang tidak semua model ada IMEI double-nya, tapi memang banyak yang ber-IMEI ganda. Yang perlu ditelusuri juga, tambah Igun, apakah pabrik di Shenzen China sudah mendaftarkan IMEI nya ke International Telecommunication Union (ITU).

"Tapi ada juga penemuan aneh, yang mana ada 2-4 IMEI yang sama padahal dari beberapa vendor yang berbeda. Saya dengar malah ada vendor lokal yang serius akan main di smartphone dan tablet, dia beli saham pabrik di Shenzen agar bisa mengontrol kualitas," tuturnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kominfo bersama Kementerian Perdagangan bersama operator telekomunikasi sepakat akan mematikan ponsel ber-IMEI ilegal guna memberantas ponsel selundupan atau black market (BM).

Dari rapat dengan koordinasi tersebut terungkap bahwa sedikitnya 50 juta ponsel yang beredar di Indonesia masuk kategori ilegal dan ber-IMEI ganda.

Menanggapi kebijakan pemerintah tersebut, Direktur Marketing Communication Erajaya Group, Djatmiko Wardoyo, menyambut baik rencana pemerintah tersebut dalam rangka menekan beredarnya ponsel BM di Indonesia.

"Hal ini terkait dengan upaya perlindungan konsumen dari ponsel bergaransi resmi, juga kontribusi penerimaan pajak barang resmi untuk negara," ujarnya.(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.