LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Pocong bergentayangan di INAICTA 2012

Dalam game ini, pemain mengendalikan tokoh pelajar kelas XII SMA bernama Linda.

2012-09-14 15:03:57
INAICTA
Advertisement

Dalam gelaran Indonesia ICT Award (INAICTA) atau lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi terbesar di Indonesia. Sedikitnya 136 finalis Indonesia ICT Award 2012 memamerkan karya-karya mereka di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat (14/9).

Pantauan merdeka.com, di satu sudut stan digentayangi mahluk halus seperti pocong, kuntilanak, sampai peri serupa Nyai Roro Kidul. Tetapi, bukanya ngeri, banyak pengunjung malah ingin mencoba memotret hantu tersebut, lantaran mereka muncul dalam game berjudul 'DreadOut' karya tim Digital Happiness asal Bandung.

Pencipta game ini Vadi Vanadi, 27 tahun, mengaku butuh waktu 3 tahun untuk merampungkan game bergenre First person RPG horor ini. Dia menceritakan proyek permainan itu iseng dibuat di sela-sela pekerjaannya sebagai animator. "Awalnya iseng ketika belajar software Unity3D, saya bikin game sederhana bernama 'Jurig' lalu saya sebar gratis di Internet," katanya di sela-sela menyambut pengunjung stan, Jumat (14/9).

Advertisement

Tidak disangka, game soal anak SMA melawan pocong itu diunduh lebih dari 50 ribu kali. Selain itu, sebuah game yang meniru alur cerita film laga 'The Raid' dia buat dan juga disambut baik sampai situs pribadinya jebol.

Berkaca dari kesuksesan itu, bersama kawan-kawan alumnus jurusan Seni Rupa ITB lainnya, dia mengembangkan game itu menjadi DreadOut yang lebih kompleks dengan bendera Digital Happiness.

Dalam game ini, pemain mengendalikan tokoh pelajar kelas XII SMA bernama Linda. Bersama kawan-kawannya, mereka berwisata seusai ujian akhir ke sebuah desa. Rupanya banyak hantu mengganggu dan hanya bisa dikalahkan dengan cara memotret para setan itu.

Advertisement

Untuk gameplay, Vadi mengaku banyak terinspirasi permainan Jepang 'Fatal Frame'. "Ada modifikasi sedikit dan kita buat agar tidak sama persis," ujarnya.

Game ini rencananya bakal dipasarkan serius akhir tahun ini untuk PC dan iPad. Vadi dan teman-teman mengikuti INAICTA agar mendapat masukan dari pengunjung supaya konsep mereka semakin matang.

Game merupakan salah satu dari 17 kategori yang dilombakan dalam INAICTA tahun ini. Ada delapan finalis berebut meraih gelar permainan komputer terbaik.

(mdk/arr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.