LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Pilih kades baru, 200 desa sudah pakai e-voting

Ada 4 kabupaten dengan 200 desa yang sudah pernah melangsungkan pilkadanya melalui e-voting

2015-07-29 14:15:00
Teknologi
Advertisement

Perkembangan teknologi TIK saat ini, ternyata membuat pemerintah berencana memanfaatkan teknologi (e-voting) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Hal ini juga mengacu kepada UU nomor 8 tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Walikota, dan Bupati yang memungkinkan pemanfaatan TIK pada pilkada serentak.

Melihat hal itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sangat mendukung langkah pemerintah dengan telah menyiapkan teknologi untuk e-voting. Menurut Deputi bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material, BPPT, Hammam Riza, peran TIK dalam pilkada serentak nantinya mampu menekan angka kecurangan. Pasalnya, kata dia, pemilu yang diselenggarakan saat ini memiliki banyak kelemahan.

"Banyak kelemahan saat diselenggarakan pesta demokrasi misalnya saja validitas data pemilih, banyak suara tidak sah karena pemilih salah memberi tanda pada kertas suara, permasalahan dalam proses perhitungan suara dilakukan secara manual, permasalahan pada lamanya waktu yang dibutuhkan dalam melakukan proses perhitungan manual secara berjenjang, dan biaya pemilu relatif mahal," ungkapnya di Jakarta, Rabu (29/7).

Advertisement

Untuk itu, dengan adanya pilkada serentak dengan menggunakan sistem e-voting tersebut mampu mengurangi kelemahan dalam pilkada saat ini.

Bukan tanpa alasan BPPT mendukung langkah pemerintah untuk menggunakan e-voting saat pilkada serentak. Saat ini BPPT sudah mengembangkan alat e voting sejak tahun 2009 lalu. Bahkan, menurut Chief Engineer Service sekaligus peneliti teknologi e voting BPPT, Faisol Baabdullah, BPPT sudah pernah mencoba alatnya itu untuk pilkada di beberapa daerah pada tahun 2013.

"Untuk simulasi kita udah sering lakukan bersama beberapa institusi. Untuk penerapannya pun dalam pilkada yang sesungguhnya kita pernah mencoba," kata Faisol.

Advertisement

Faisol melanjutkan, sudah ada 200 pilkada khususnya pemilihan kepala desa di berbagai daerah seperti di antaranya di Boyolali, Jembrana, dan Musi Rawas. "Ada 4 kabupaten 200 desa yang sudah pernah melangsungkan pilkadanya melalui e voting," ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan hasilnya? Untuk hasilnya, kata Faisol, rata-rata dari masyarakat yang pernah melakukan pilkada secara e voting puas lantaran tak perlu lama-lama dalam menunggu antrian maupun saat memilih.

"Satu orang itu perlu waktu setengah menit saja dan hasil penghitungannya juga sesuai," katanya.

Baca juga:
Samsung kembangkan drone untuk selfie, tertarik beli?
Layanan Miouw ditiadakan, The Graph alami gangguan sementara
Seagate Seven 500 GB, hard disk dengan desain tipis dan tahan gores
Unik! Forever21 lukis pengguna Instagram pakai 6400 gulungan benang
Canggih! Monitor Samsung ini dilengkapi charge nirkabel smartphone

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.