LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Penemu Baterai Smartphone Dianugerahi Hadiah Nobel

Penemu Baterai Smartphone Dianugerahi Hadiah Nobel

2019-10-10 15:12:00
Gadget
Advertisement

Penghargaan Hadiah Nobel di bidang Kimia tahun ini dianugerahkan ke tiga orang ilmuwan yang berjasa menemukan baterai yang bisa dicas dan terkenal sebagai baterai smartphone, yakni baterai lithium-ion.

Melansir Engadget, tiga ilmuwan tersebut adalah John B. Goodenough dari University of Texas, M Stanley Whittingham dari Binghamton Universitym serta Akira Yoshino dari Meijo University. Ketiga ilmuwan ini akan mendapatkan hadiah sebesar 9 Juta Kronor, atau hampir Rp 13 Miliar.

Hadiah Nobel ini dianggap seharusnya diberikan lebih cepat, mengingat betapa berjasanya baterai lithium-ion di kehidupan sehari-hari. Kemudahannya untuk selalu dicas ketika habis, membuat baterai ini ada di hampir semua alat elektronik mobile. Mulai dari smartphone, hingga mobil listrik.

Advertisement

Bahkan, sumber energi untuk lithium-ion bisa datang dari tenaga matahari dan juga tenaga angin.

Dikembangkan tahun 70an

Stanley Whittingham pertama kali membuat basis dari baterai ini di era krisis minyak tahun 70an silam. Kala itu, ia membuat sebuah katoda inovatif yang bisa mengakomodir ion lithium.

Advertisement

John Goodenough adalah orang yang mengembangkan baterai ini dari deretan risetnya. Ia akhirnya menemukan bahwa baterai ini bisa dicas dengan daya 4 volt.

Sementara Akira Yoshino adalah orang pertama yang membuat baterai lithium-ion jadi baterai komersil pertama pada tahun 1985 silam.

Sebagai informasi, John Goodenough adalah penerima hadiah Nobel tertua sepanjang sejarah dengan usia 97 tahun.

Diberikannya hadiah Nobel ke tiga ilmuwan ini adalah atas rekomendasi komunitas ilmuwan yang melakukan riset baterai.

Para ilmuwan ini secara konsisten mengajukan tiga penemu baterai ini ke Komite Nobel dengan alasan bahwa kini kita telah jadi masyarakat yang nirkabel dan bebas dari bahan bakar fosil berkat ketiga ilmuwan ini.

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.