Penelitian: Begini 4 cara terbaik ngecharge smartphone
Jangan sering charge baterai sampai 10 persen!
Lembaga spesialis pengembang baterai, Battery University, baterai Lithium-Ion yang ada di smartphone kita juga bisa 'stres'. Nah, stres yang berkepanjangan pada baterai diklaim bisa mengurangi umurnya. Sama seperti yang terjadi pada manusia bukan?
Apabila Anda ingin baterai smartphone tetap awet sepanjang waktu, Battery University memberi beberapa tipsnya berdasarkan hasil penelitian mereka.
Langsung copot charger saat baterai penuh
Battery University mengungkapkan bila membiarkan smartphone terus tercharge meski baterainya penuh bisa berdampak buruk dalam jangka panjang. Hal ini disebut dapat mengurangi konsentrasi zat kimia di dalam baterai.
Jaga agar selalu dingin
Perlu diingat bila panas adalah musuh besar baterai. Jadi saat mengisi daya lebih baik seluruh casing tambahan dilepas dan smartphone tidak ditaruh di tempat yang terkena panas sinar matahari. Selain itu, ada baiknya Anda tidak menggunakan si smartphone saat di charge agar overheat tidak terjadi.
Jangan charge sampai 100 persen
Battery University menambahkan bila baterai Lithium-Ion tidak perlu dicharge sampai 100 persen. Bahkan, lebih baik bila tidak dicharge sampai penuh karena voltase tinggi bisa membuat baterai stres dalam jangka panjang.
Sering charge saja
Sangat penting untuk tidak membiarkan baterai smartphone habis dayanya hingga 0 persen karena hal ini bisa memangkas umur baterai lebih cepat. Waktu yang disarankan saat baterai kehilangan 10 persen dayanya atau sudah sampai 40 persen. Apabila hal itu sulit dilakukan, charge saja smartphone sesering yang Anda bisa. Hal ini tidak berdampak buruk bahkan baik untuk baterai.
Selamat mencoba!
Baca juga:
7 Tips jitu rawat power bank agar tak gampang rusak atau meledak!
Empat hari lagi, update Windows 10 gratis berakhir!
Benarkah main Pokemon Go boros paket data internet?
5 Tips main Pokemon Go hemat baterai tanpa powerbank!
7 Aplikasi populer yang bikin baterai smartphone cepat habis