LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Peneliti soal aplikasi petani: Produktifitas & harga lebih layak

Menkominfo Rudiantara mengatakan pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada para petani soal aplikasi itu

2016-04-11 11:47:00
Aplikasi Mobile
Advertisement

Pemerintah mencanangkan program Petani dan UMKM Indonesia Go Digital. Bagi Petani, tujuannya adalah meningkatkan produktivitas melalui teknologi aplikasi. Hal itu, berangkat dari riset perusahaan konsultan dunia yang menyimpulkan dari studi di 26 negara di luar Eropa bahwa teknologi selular dapat meningkatkan pendapatan petani sebesar 11 persen.

Menurut peneliti dari Perkumpulan Prakarsa, Setyo Budiantoro, menyatakan, cara pemerintah memberdayakan petani dengan menggunakan teknologi aplikasi, sangat membantu memicu produktivitas bagi para petani.

"Penggunaan teknologi aplikasi bagi petani sangatlah berguna dan mesti terus dikembangkan. Ada beberapa hal yang bisa dicakup, misalnya dari segi penjualan (access to market) sehingga petani bisa memotong rantai perdagangan yang terlalu panjang sehingga mendapatkan harga yang lebih pantas dan tidak fluktuatif. Dari segi pemerintah juga bisa menginformasikan petani tentang perkembangan harga komoditas pertanian, sehingga mengurangi informasi asimetris karena petani tidak tahu harga sehingga dieksploitasi oleh pedagang," ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (11/04).

Advertisement

Dia juga menambahkan, dari sisi teknologi budidaya, petani juga perlu mendapat informasi lembaga-lembaga riset pertanian agar produktifitasnya meningkat melalui aplikasi tersebut. Misalnya, penggunaan pupuk yang baik, pembuatan pupuk organik, pemilihan bibit, penggunaan hormon tanaman, teknologi stek, metode agar panen sepanjang tahun, penggunaan pestisida organik yang aman bagi manusia, penggunaan irigasi tetes, dan lain sebagainya.

"Dari sisi climate change, BMKG juga bisa menginformasikan masa tanam yang baik berdasarkan perkiraan cuaca, misalnya kapan mulai hujan, kapan hujan berakhir, kapan kemarau panjang terjadi, dan lain-lain. Dari Kementerian Pertanian bisa merekomendasikan tanaman yang tepat pada masa tersebut (kering atau basah), ini untuk mengurangi resiko kegagalan," jelasnya.

Di sisi lain, Menkominfo Rudiantara, mengatakan bahwa pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada para petani tentang penggunaan aplikasi tersebut.

Advertisement

"Sosialisasi menjadi issue utama. Karenanya, sosialisasi tidak hanya kepada petani-nya, namun kepada keluarganya. Karena anak-anak petani lebih "melek" ponsel, walau sebatas SMS. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, saat ini sedang merancang revisi "kelompencapir" agar komunikasi dengan segmen petani bisa lebih efektif," ujarnya.

Sebelumnya, dalam pencanangan program tersebut, ada lima aplikasi yang berbasis Android diperkenalkan dan akan digunakan oleh para petani, yakni Petani, Tanihub, Lima kilo dan Pantau Harga. Selain itu satu ekosistem UMKM online Indonesia bernama Nurnaya Initiative juga di perkenalkan.

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.