LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Peneliti jelajahi tempat beradiasi paling parah di dunia

Teknologi pemindaian mirip CT scan izinkan peneliti jelajahi PLTN Fukushima

2014-06-19 14:38:00
Nuklir
Advertisement

Setelah terkena sapuan tsunami Jepang pada tahun 2011 lalu, reaktor nuklir di daerah Fukushima tidak dapat didekati akibat kebocoran nuklir yang parah. Guna mengamankan sisa-sisa zat radioaktif di reaktor tersebut, peneliti akan jelajahi tempat itu dengan teknologi pemindaian muon. Apa itu?

Teknologi yang dimaksud adalah pemindaian tomografi (mirip CT scan) menggunakan partikel bermuatan yang disebut 'muon'. Pergerakan partikel tersebut akan dianalisis menggunakan sensor raksasa yang akan ditempatkan di kedua sisi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang kini jadi tempat dengan kebocoran radiasi terparah di dunia.

Teknik tomografi muon akan menghasilkan gambar yang bisa digunakan untuk memetakan bagian dalam PLTN, termasuk bagian inti reaktor yang sangat berbahaya dan tidak dapat ditembus, bahkan oleh sinar X sekalipun. Hasil pemetaan bisa digunakan untuk merancang misi pengamanan sisa zat radioaktif di reaktor itu.

Advertisement

Mengapa muon yang dipilih untuk pemetaan tersebut?

Muon sejatinya adalah partikel dasar bermuatan yang mempunyai bobot 200 kali lebih berat ketimbang elektron. Partikel ini terdapat di udara bebas dan akan mengalami benturan saat melewati materi lain karena muatan yang dimilikinya. Benturan ini mirip dengan yang terjadi saat kita mencoba mendekatkan dua kutub magnet yang bermuatan sama, keduanya akan saling tolak menolak.

Efek tolakan muon akan meningkat secara drastis saat bertabrakan dengan zat-zat radioaktif seperti uranium, plutonium, dan cesium yang ada di dalam reaktor. Perubahan gerak muon yang ekstrem itulah yang digunakan pemindai untuk memetakan dan menganalisis keadaan dalam reaktor secara detail.

Advertisement

Dikutip dari The Verge (18/6), teknologi tomografi muon ini sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam bidang teknologi. Amerika Serikat diketahui telah menggunakan teknologi ini untuk melakukan pemindaian pada kargo-kargo yang akan memasuki negara tersebut, mencegah terjadinya aksi penyelundupan zat-zat radioaktif.

Uniknya, muon juga pernah digunakan untuk meneliti isi dalam piramida raksasa di Giza, Mesir, pada sekitar tahun 1960.

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.