LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Pekerjaan Berat Twitter Perangi Ujaran Kebencian Usai Dibeli Elon Musk

Usai Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter pada Jumat (28/10), Kepala Keamanan dan Integritas Twitter Yoel Roth disibukkan dengan ramainya tweet ujaran kebencian yang dituding terorganisir di platform tersebut.

2022-10-31 19:44:00
Elon Musk
Advertisement

Usai Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter pada Jumat (28/10), Kepala Keamanan dan Integritas Twitter Yoel Roth disibukkan dengan ramainya tweet ujaran kebencian yang dituding terorganisir di platform tersebut.

Dilaporkan dari The Verge, Senin (31/10), Roth melaporkan bahwa sejumlah akun memosting serangkaian tweet berupa troll atau kampanye provokasi yang berisi hinaan selama dua hari terakhir. Menurut dia, tweet itu bertujuan membuat pengguna berpikir kembali kebijakan Twitter seputar moderasi konten yang telah berubah.

Meskipun Musk menyatakan bahwa dia belum membuat perubahan apa pun pada kebijakan Twitter, beberapa pengguna berasumsi bahwa aturan moderasi konten platform ini akan menjadi lebih longgar di bawah kepemimpinan Musk.

Advertisement

Pasalnya, miliarder itu sempat mengatakan dia ingin menjadikan Twitter sebagai "platform yang memberikankebebasan berbicara". Hal itu rupanya justru memicu kekhawatiran tentang bagaimana Twitter menangani ujaran kebencian dan hoaks yang mulai banyak beredar.

Roth pun mengatakan bahwa hanya 300 akun yang mengirimkan lebih dari 50 ribu tweet bermuatan "cercaan tertentu" dan mengklaim hampir semua akun yang dipermasalahkan tidak autentik.

Network Contagion Research Institute pun melaporkan melalui tweet dan menunjukkan bahwa penggunaan N-word di Twitter meningkat hampir 500 persen bila dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya.

Advertisement

Roth mengatakan Twitter telah menindak beberapa pengguna yang terlibat dalam aksi tersebut dan meningkatkan upaya untuk memerangi ujaran kebencian di platform-nya. Sembari dirinya menegaskan bahwa kebijakan Twitter tidak berubah.

"Perilaku kebencian tidak memiliki tempat di sini, kami telah mengambil tindakan untuk melarang pengguna yang terlibat dalam kampanye trolling ini dan akan terus bekerja untuk mengatasi hal ini di hari-hari mendatang untuk membuat Twitter aman dan ramah bagi semua orang," tegas Roth.

Sementara itu, Musk mengatakan pada Jumat bahwa ia berencana untuk membentuk "dewan moderasi konten" yang terdiri dari beragam anggota. Tujuannya adalah dengan beragamnya sudut pandang, maka untuk membuat keputusan tentang apakah akan menghapus postingan tertentu atau mengaktifkan kembali akun pengguna dianggap ada yang mempertanggungjawabkan.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.