LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Pasar laptop Indonesia tahun 2018 naik tipis

Pasar laptop Indonesia tahun 2018 naik tipis. kecenderungan kenaikan pasar laptop di Indonesia, semestinya harus disyukuri. Sebab, yang terjadi di luar negeri justru sebaliknya. Pasar laptop di luar negeri terjadi penurunan.

2018-03-01 10:44:29
Laptop
Advertisement

Founder & President Director Zyrex, Timothy Siddik mengatakan, pasar laptop di Indonesia tahun 2018, cenderung naik. Namun, kenaikannya itu tidak terlalu besar. Berbeda dengan pasar laptop di luar negeri.

"Pasar laptop tahun 2018 tidak turun tapi naik hanya sedikit. Kalau tidak salah naik di bawah 10 persen," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Rabu (28/2), kemarin.

Menurutnya, kecenderungan kenaikan pasar laptop di Indonesia, semestinya harus disyukuri. Sebab, yang terjadi di luar negeri justru sebaliknya. Pasar laptop di luar negeri terjadi penurunan.

Advertisement

"Indonesia mesti bersyukur karena pasar laptop di luar negeri cenderung turun. Turunnya pasar laptop di luar negeri karena mungkin pasar sudah jenuh," kata dia.

Indonesia sebagai negara yang berkembang dengan jumlah penduduk banyak, masih menyisakan ceruk pasar di bisnis laptop ini. Penetrasi penggunaan laptop di Indonesia terbilang masih sedikit.

"Normalnya harus di atas 40 persen penetrasi pengguna laptop, Indonesia masih di bawah 40 persen. Ini artinya, masih ada ruang untuk growth," jelasnya.

Advertisement

Maka itu, perusahaan yang dipimpinnya, kembali menggencarkan bisnis laptop. Zyrex sebagai produsen lokal, sempat menarik diri di ajang kompetisi persaingan laptop pada rentang waktu antara tahun 2009 sampai 2010. Keputusan itu dilakukan karena persaingan yang tidak sehat.

"Persoalannya yang dikompetisikan hanya, harga, harga, dan harga yang paling murah serta market share. Jadi kami melihat itu bukan suatu bisnis yang sehat, kami mencoba untuk menarik diri," jelasnya.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, Zyrex melirik bisnis laptop kembali. Tepatnya pada akhir tahun 2016. Pertimbangannya, persaingannya di bisnis tersebut mulai berubah.

"Lebih meilhat kepada, bahwa sebuah produk itu nilainya apa, layanan service nya apa. Dan akhirnya kami pun kembali," terang dia.

Baca juga:
VivoBook Flip, andalan ASUS di segmen mainstream
Deretan gadget terbaik dan paling revolusioner di CES 2018
ASUS ZenBook 3 Deluxe, ultrabook tertipis dengan Intel Core i7 terbaru
ASUS luncurkan produk Notebook khusus gaming, harga terjangkau
Alasan polisi belum juga ungkap kasus hilangnya laptop penyidik KPK

(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.