LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Operator seluler & OTT dapat saling menguntungkan

Operator dan OTT bisa saling kerja sama yang menguntungkan. Apa alasan dibalik kerjasama ini?

2012-12-20 11:00:00
teknologi
Advertisement

Operator telekomunikasi menilai keberadaan Over The Top (OTT) seperti Google, Microsoft, Apple, Yahoo, Facebook, dan RIM bukan merupakan ancaman bagi industri. OTT global dapat menjadi mitra yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatannya.

Sinergi antara OTT dan operator telekomunikasi menjadi sangat penting karena saling mengisi. Sinergi bisa merupakan kombinasi antara revenue sharing, retention program, co-branding dan up-lift brand. Hal ini diungkapkan Direktur Sales PT Axis Telecom Syakieb A Sungkar, dalam Diskusi Akhir Tahun 2012 bertajuk OTT, Friend or Foe?, di Jakarta, Selasa (18/12).

OTT itu bukan sekedar layanan nilai tambah (VAS). Tetapi lebih dari itu OTT merupakan suatu peluang bisnis yang bertumpu pada pelanggan operator seluler," tambah Syakieb.

Masa kejayaan operator telekomunikasi belakangan dalam menyediakan jasa layanan tradisional seperti voice dan SMS makin turun. Hal ini disebabkan akses internet kian mudah didapat dan menjamurnya layanan media sosial. Pelanggan seluler lebih mudah akses internet sehingga banyak beralih ke layanan messaging yang disediakan OTT seperti Whatsapp, BlackBerry Messenger, Skype, Line, Yahoo Messenger, Gtalk, Facebook dan Twitter.

Alhasil, pendapatan operator dari segmen voice dan SMS jadi tergerus karena sebagian pelanggan lebih mengutamakan komunikasi via OTT messenger. Namun begitu OTT tidak bisa ditolak karena telah menjadi kebutuhan komunikasi. Hal ini terkait perkembangan zaman yang disertai perkembangan kebutuhan konsumen.

"Ini ibarat kehadiran supermarket yang ditolak sama pedagang tradisional. Walau ditolak, tapi konsumen butuh sebagai tuntutan zaman," tegas Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Commercial Smartfren.

Tantangan yang dihadapi ke depan dengan hadirnya OTT adalah isu kecepatan dan kapasitas jaringan yang masih perlu ditingkatkan. Operator Indonesia harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan mengalihkan konsentrasi pada penyediaan layanan data bagi konsumen yang menggunakan layanan OTT.

Bagaimana pendapat Anda tentang perubahan paradigma layanan seluler di Indonesia ini?

(mdk/ikh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.