Microsoft klaim selamatkan 2 juta komputer dunia
Microsoft mengklaim serangan ini mulai terjadi sejak awal bulan ini dan baru bisa ditanggulangi.
Microsoft menyatakan bahwa mereka telah menemukan serangan besar-besaran terhadap komputer di seluruh dunia pada awal bulan ini. Setelah coba diperangi, akhirnya perusahaan IT asal Redmond ini mengaku sukses memberantas serangan tersebut.
Seperti yang dilansir oleh Reuters (18/6), Microsoft mengklaim telah berhasil menyelamatkan dua juta komputer yang telah diserang dengan virus jahat ini sejak awal bulan ini. Dengan begitu, mereka yakin telah menyelamatkan dana sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp 5 triliun yang coba dicuri oleh virus tersebut.
"Kami telah membebaskan setidaknya dua juta PC secara global. Ini masih hitung-hitungan kasar saja," jelas Richard Domingues Boscovich, assistant general counsel dari Microsoft's Digital Crimes Unit kepada Reuters.
Menurut Boscovich, serangan ini sendiri telah menyerang banyak komputer di dunia. Namun, mayoritas korbannya berasal dari AS, Eropa, dan Hong Kong.
Dengan bantuan dari FBI, Microsoft mengaku telah membantu 80 pihak berwenang di 80 negara berbeda untuk menghancurkan malware ini. Tercatat, ada 1,4 ribu malware yang berhasil terjaring dan kemudian diidentifikasi sebagai Citadel Botnets.
Melihat hasil ini, Microsoft pun mengaku senang dan menganggap misi mereka berhasil. "Kami sangat yakin telah berusaha dengan keras. Ini adalah aksi pembersihan yang sangat sukses," lanjut Boscovich.
Adapun Citadel Botnets sendiri diduga bertindak sebagai dalang atas berbagai serangan cyber yang terjadi sejak awal bulan ini. Beberapa korbannya adalah bank-bank besar seperti Bank of America, Credit Suisse, HSBC dan Royal Bank of Canada.
(mdk/nvl)