LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Menkominfo sebut akan surati Facebook terkait kebocoran data pengguna

Menkominfo sebut akan surati Facebook terkait kebocoran data pengguna. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Facebook terkait penyalahgunaan data penggunanya, khususnya di Indonesia.

2018-03-21 16:54:00
Liputan6.com
Advertisement

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Facebook terkait penyalahgunaan data penggunanya, khususnya di Indonesia.

“Kami akan coba koordinasikan dengan Facebook sesegera mungkin mengenai hal ini,” katanya ketika ditemui di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta, Rabu (21/3).

Meski begitu, menurutnya, isu yang tengah terjadi saat ini, tidak mungkin data pengguna di Indonesia juga bocor dan digunakan untuk kepentingan politik. Terlebih, untuk kepentingan politik di Amerika Serikat.

Advertisement

“Inikan mishandling data, artinya pengelolaan data tidak sesuai dengan caranya. Kalau untuk keamanan pengguna di Indonesia, mishandling data inikan dipakai untuk pemilu bukan di negara Indonesia, logikanya ya tidak ada kebocoran data. Kan orang Indonesia tidak vote di luar negeri,” kata Rudiantara seperti dikutip dari Liputan6.com.

Kejadian tersebut, bila dikaitkan dengan proses pemilu di Indonesia, kata Rudiantara, merupakan hal yang berbeda. Sebab, untuk proses pemilihan di negeri ini, masyarakat Indonesia diharuskan datang untuk mencoblos.
“Itu berbeda dengan di Amerika," kata pria yang akrab disapa Chief RA ini.

Heboh isu ini bermula dari data 50 juta pengguna Facebook bocor yang kemudian disalahgunakan untuk kepentingan politik Amerika Serikat. Perusahaan analisis data, Cambridge Analytica (CA), dilaporkan terlibat dalam skandal besar kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook.

Advertisement

Perusahaan yang pernah bekerja dengan tim kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, itu dituding menggunakan jutaan data untuk membuat sebuah program software yang hebat sehingga bisa memprediksi dan memengaruhi pemilihan suara.

Dilansir The Guardian, Selasa (20/3/2018), seorang whistleblower bernama Christopher Wylie, mengungkapkan kepada Observer The Guardian, bagaimana CA menggunakan informasi personal diambil tanpa izin pada awal 2014 untuk membangun sebuah sistem yang dapat menghasilkan profil pemilih individual AS.

Hal ini dilakukan untuk menargetkan mereka dengan iklan politik yang telah dipersonalisasi. CA sendiri merupakan perusahaan yang dimiliki oleh miliarder Robert Mercer dan pada saat itu dimpimpin oleh penasihat utama Trump, Steve Bannon.

"Kami mengekspolitasi Facebook dan "memanen" jutaan profil orang-orang. Kami membuat berbagai model untuk mengeksploitasi apa yang kami tahu tentang mereka dan menargetkan 'isi hati' mereka. Itulah dasar keseluruhan perusahaan dibangun," ungkap Wylie.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Inggris dan AS panggil Mark Zuckerberg soal dugaan pencurian data
Ramai skandal Facebook, begini cara lindungi data online Anda
Apa itu Cambridge Analytica, dan haruskah kita tinggalkan Facebook selamanya?
Bungkam soal data pengguna Facebook yang bocor, Mark Zuckerberg dicari Parlemen Eropa
Buntut kasus kebocoran data, Facebook dituntut ke pengadilan oleh para pemegang saham
Jutaan data pribadi pengguna Facebook diduga bocor lewat kuis
Data pengguna Facebook bocor, Mark Zuckerberg kehilangan harta ratusan triliun

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.