Mengapa kembang api bisa berwarna merah, kuning, atau biru?
Warna kembang api ternyata juga bisa menjadi patokan harganya
Selama bulan Ramadan hingga menjelang lebaran, kita pasti sering melihat kembang api dinyalakan di setiap malam. Warna-warni mereka yang indah tentu memberikan kesemarakan tersendiri. Tapi, apakah Anda pernah bertanya bagaimana kembang api bisa meletus dan menghasilkan beraneka warna ledakan?
Nah, profesor kimia dari Universitas Washington, John Conkling, sudah memiliki jawabannya. Menurut John, warna-warnai dari ledakan kembang api itu berasal dari campuran senyawa logam berukuran kecil yang dimasukkan dalam serbuk kembang api.
Untuk membuat warna merah misalnya dibutuhkan senyawa logam Strontium, sementara untuk warna biru dibutuhkan logam tembaga.
Nantinya, logam-logam itu akan dibentuk bola kecil-kecil seukuran kedelai (hingga kelereng) dan diletakkan secara terpisah dari serbuk peledak kembang api.Jika kembang api yang Anda beli berbentuk roket, butiran-butiran senyawa logam itu terletak di bagian bawah moncong roket.
Nah, saat kembang api dinyalakan, serbuk peledak akan menerbangkan kembang api itu ke angkasa. Di saat yang sama, api dari sumbu akan terus terbakar hingga menjalar ke bagian atas tempat campuran-campuran senyawa logam tadi di simpan. Dan saat itulah akan muncul ledakan yang memancarkan api warna-warni ke segala penjuru.
Menariknya, jenis warna kembang api juga mempengaruhi kualitas dan harganya. Menurut blogger ahli kimia, Andy Bruning, beberapa senyawa logam penghasil warna sulit diciptakan, sehingga harganya akan lebih mahal dari yang lain. Misalnya, senyawa logam penghasil warna biru dan ungu.
"Karena pembuatannya sulit, kembang api yang bagus biasanya bisa dilihat dari seberapa banyak warna biru yang dihasilkan. Warna ungu juga demikian, karena untuk menciptakan warna ungu dibutuhkan campuran senyawa penghasil warna biru dan merah," ujar Andy, Daily Mail (04/07).
Untuk lebih jelasnya, simak daftar di bawah ini!
Dari mana warna kembang api berasal?
- Warna merah dihasilkan oleh logam Strontium
- Warna oranye dihasilkan oleh logam Kalsium
- Warna kuning dihasilkan oleh logam Sodium
- Warna hijau dihasilkan oleh logam Barium
- Warna biru dihasilkan oleh logam tembaga
- Warna ungu dihasilkan oleh campuran tembaga dan Strontium
- Warna silver dihasilkan oleh campuran Magnesium dan Aluminium
- Warna putih dihasilkan oleh campuran Magnesium, Aluminium, dan Titanium
Baca juga:
Ini perbedaan penting antara tubuh pria dan wanita
5 Fakta mengejutkan dari daur ulang limbah rumah tangga
Bukan kuku orang mati, ini rahasia kunang-kunang bisa bersinar
Mengapa rambut manusia tak selebat gorila?
Di tempat ini orang Yunani kuno simpan semua emas mereka!