Masih Ada Potensi Penerapan Pembayaran Non Tunai di Sektor Transportasi
Menurut David Santoso, Presiden Direktur PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk salah satu ceruk yang masih bisa ditingkatkan adalah pada sistem transportasi dengan menggunakan Account Based Ticketing (ABT).
Metode pembayaran non tunai masih memiliki ceruk pasar yang menjanjikan. Setiap tahun angkanya terus naik. Data BI pada 2021 mencatat sebanyak Rp 305, 4 triliun jumlah transaksi uang elektronik di Indonesia. Artinya tumbuh 49,06 persen year on year (yoy).
Melihat hal itu, masih banyak peluang di beragam sisi untuk memanfaatkan transaksi non tunai ini. Menurut David Santoso, Presiden Direktur PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk salah satu ceruk yang masih bisa ditingkatkan adalah pada sistem transportasi dengan menggunakan Account Based Ticketing (ABT).
ABT ini sederhananya masyarakat dapat menggunakan berbagai metode pembayaran, termasuk open-loop, closed-loop, QR-code dan mobile e-wallet, sehingga menghadirkan tingkat kenyamanan baru.
"Kami sangat antusias tentang potensi proyek ini untuk mengubah jaringan transportasi kita, menjadikannya lebih efisien, mudah diakses, dan inklusif untuk semua orang," ujar dia.
Oleh sebab itu, lanjut David, sistem ABT hasil kolaborasi dengan O-City, penyedia pengumpulan tarif otomatis dari BPC. David merasa optimis bila solusi tiket canggih ini akan merevolusi infrastruktur transportasi Indonesia sekaligus memperluas jangkauan pihaknya.
"Layanan di semua aspek mobilitas, termasuk transportasi yaitu angkutan umum massal, perparkiran, sistem jalan berbayar, dan otomatisasi gerbang tol," ungkap dia.
Sistem ABT membantu penyedia transportasi beralih dari sistem ticketing konvensional yang melibatkan tiket kertas, tiket magstripe atau pembayaran tunai dan beralih ke sistem pembayaran transportasi yang terintegrasi dan modern yang menjadikan perjalanan masyarakat terasa lebih mulus (seamless).
"Bagi operator, sistem seperti itu sangat bermanfaat karena biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan pembayaran angkutan perkotaan saat ini yang sudah menggunakan kartu nontunai tapi memerlukan pemrograman ulang yang konstan," jelasnya.
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk merupakan perusahaan teknologi informasi yang memfokuskan pada layanan dan pengembangan smartcity melalui Internet of Things (IoT) yang terintegrasi.
(mdk/faz)