Mampukah Facebook aliri penjuru dunia dengan internet?
Ada sebuah tugas besar yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi itu.
Lewat sebuah kampanye, Facebook dan beberapa perusahaan teknologi besar mencoba menghubungkan dunia lewat internet. Yang jadi pertanyaan, mungkinkah hal ini dilakukan?
Seperti yang dilansir oleh NBC News (22/8), mungkin masalah pertama yang akan dihadapi oleh para penggagas program ini adalah keragaman akses internet di seluruh dunia. Tak semua orang di dunia ini mengakses dunia maya melalui media yang sama.
Misalnya saja, di Afrika, orang-orang mengakses internet lewat feature phone atau ponsel biasa.
Di Afrika, memiliki ponsel sendiri adalah sebuah kebutuhan. Di sana ponsel digunakan untuk menghubungkan mereka yang berada di daerah terpencil, saking pentingnya, ponsel pun menjadi mesin pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Ponsel yang sebelumnya menjadi barang mewah kini telah menjadi kebutuhan penduduk Afrika," kata Paul Kagame, Presiden Rwanda, di tahun 2007.
Berita terkait:
Bermimpi hubungkan dunia, Facebook dirikan internet.org
Sayangnya, mengaliri ponsel biasa dengan internet bukanlah perkara mudah. Terbukti, sebagian besar perangkat ini masih membutuhkan koneksi lambat setara 2G yang mahal produksinya.
Sebelumnya, Google sendiri pernah menerbangkan sebuah balon helium yang menyebarkan WiFi ke penjuru dunia. Nyatanya, program ini juga tak memberikan dampak besar dalam penggunaan akses internet dunia.
Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya teknologi pendukung yang dimiliki oleh mereka yang dilintasi balon ini agar bisa mengakses internet. Jadi, sebelum bermimpi mengaliri dunia dengan internet, mungkin seharusnya Facebook dan kawan harus memikirkan infrastruktur pendukung yang ada dulu.
Dipelopori oleh Facebook, sejumlah korporasi teknologi dan organisasi pemerintah membangun sebuah situs bernama internet.org. Tujuan dari situs ini adalah melakukan kerjasama global guna menghubungkan internet ke 5 miliar populasi orang di dunia.
Dilansir dalam rilis pers-nya, Facebook mengatakan telah melakukan inisiatif ini bersama beberapa perusahaan besar. Beberapa di antaranya seperti Ericsson, MediaTek, Nokia, Opera, Qualcomm, dan Samsung.
(mdk/nvl)