LTE belum tentu running 2014
Masyarakat masih sangat tergantung dengan teknologi 2G.
Teknologi seluler terkini, Long Term Evolution (LTE) telah banyak diimplementasikan negara lain, bahkan beberapa diantaranya sudah mengkomersialkannya.
LTE sendiri merupakan evolusi teknologi seluler generasi keempat (4G) yang telah diluncurkan secara komersial oleh 213 operator di 81 negara di dunia, di mana 43 persen di antaranya menggelar layanan ini di frekuensi 1800 MHz.
Di Indonesia, pemerintah dan masyarakatnya belum siap untuk menerapkan teknologi tinggi tersebut. Selain masih banyaknya pengguna 2G, pemerintah dan regulator pun belum menyiapkan frekuensi khusus untuk LTE.
Yang benar-benar sudah siap mungkin 1.800m MHz karena sudah ada operator 3 besar di situ, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL-Axis.
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Muhammad Budi Setiawan pun melontarkan pertanyaan apakah Indonesia sudah benar-benar siap menerapkan LTE.
"Apakah kita benar-benar membutuhkan LTE? Mengingat fakta yang ada bahwa masih sekitar 70 persen pelanggan seluler yang masih menggunakan layan 2G, sedangkan layanan 3G saja belum secara maksimal disediakan operator," katanya, belum lama ini.
Dia melanjutkan jangan bicara dari sisi pandang vendor karena sesuai dengan misi mencari keuntungannya maka vendor LTE seperti Huawei, Ericsson, Alcatel, dan Nokia tentu akan sangat mendorong agar LTE segera dilaksanakan di Indonesia.
Semula pemerintah juga menyiapkan LTE di pita 700 Mhz, namun sepertinya masih belum bisa dikosongkan pada 2018 karena keputusan Mahkamah Agung yang tidak bisa begitu saja melikuidasi TV konvensional di frekuensi tersebut.
Pita lainnya, 2,3 GHz juga terkendala aturan zoning atau regional, yaitu layanan hanya bisa diberikan pada daerah atau zona tertentu dan hanya bisa memberikan layanan TD-LTE atau fixed LTE.
Janji pemerintah untuk membuka FDD LTE pada Desember 2013, juga molor hingga 9 bulan ke depan, dan bisa saja molor sampai tahun berikutnya karena roadmap yang tak jelas apalagi bersinggungan dengan Pemilu yang tentunya akan terjadi pergantian pemerintahan.
"Pada pita frekuensi 2300 MHz yang sudah ditempati (2360 - 2390 Mhz) telah diberlakukan teknologi netral sehingga pita frekuensi ini yang paling siap untuk implementasi LTE versi TDD," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S. Dewa Broto.
Kominfo, tambahnya, juga akan memprioritaskan penataan spektrum pada frekuensi 1800 MHz sebelum dipakai sebagai jaringan 4G/LTE. "Kami juga sedang mengkaji secara khusus penggunaan frekuensi 1800 MHz yang diantaranya secara bertahap dapat dipakai untuk LTE.
Gatot memaparkan penerapan teknologi jaringan LTE akan tergantung pada proses penataan pita 1800 MHz dan CDMA-850 MHz untuk LTE versi FDD.
Sementara, proses penataan atau migrasi PCS-1900 MHz dan penataan pita 2300 MHz dilakukan Kemkominfo untuk menyediakan ruang bagi teknologi jaringan LTE versi TDD.
(mdk/nvl)