Layanan jaringan 4G Smartfren bisa berjaya jika hal ini dilakukan
Demi 4G, Smartfren gandeng Nokia dan ZTE
Pengamat telekomunikasi, Teguh Prasetya menilai bahwa aksi korporasi yang dilakukan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) dengan merencanakan membangun jaringan 4G akan semakin menarik persaingan. Meski begitu, menurutnya, tergantung dari penawaran Smartfren kepada pelanggannya.
"Tentunya akan menarik, seberapa bagus, cepat dan luasan, serta paket layanannya. Ini yang akan menentukan seberapa menarik bagi pelanggan, termasuk roaming partnernya secara global," ungkapnya saat dihubungi Merdeka.com, (24/02).
Teguh pun mengatakan dengan hadirnya layanan baru Smartfren itu, tidak lantas membuat operator ini berjaya.
"Tergantung seberapa masif mereka menggelar jaringan LTE-nya, kalau cuman 10.000 saja tidak akan bisa. Kalau migrasi total dari narrow band ke broadband keseluruhan itu ideal," ujarnya.
Smartfren menargetkan tahun ini jumlah BTS bertambah dari 6.000 menjadi 10.000. Untuk jaringan, Smartfren menggandeng vendor Nokia dan ZTE. Pembagian pengerjaannya, sisi barat akan digarap oleh Nokia, sementara sisi timur ZTE.
Saat ini, rencana penerapan 4G Smartfren masih dalam tahap pemasangan infrastruktur. Diprediksikan paling cepat di semester kedua tahun ini sudah siap bermigrasi.
Baca juga:
Demi jangkauan 4G, XL makin ambisius
Jaringan 4G Smartfren masih tahap pemasangan infrastruktur
Ditanya rumor Indosat dan Tri bersatu, Menkominfo tersenyum
Kabar gembira! HD Voice sudah bisa dinikmati pelanggan Indosat
Tahun ini, XL targetkan pangsa pasar mobile ads 40 persen