LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Larva kumbang bisa uraikan sampah plastik yang membahayakan dunia

Larva kumbang percepat proses penguraian plastik dan styrefoam

2015-10-02 12:09:00
Penelitian
Advertisement

Sudah banyak yang tahu bahwa kantong plastik tidak baik untuk lingkungan. Plastik sangat susah untuk diuraikan, sehingga kebanyakan plastik akan menumpuk dan menjadi sampah. Penanganan dan daur ulang plastik juga dinilai sangat lambat, yang akhirnya berakhir di lautan.

Sekitar 80 persen sampah di lautan berasal dari daratan, dan hampir 90 persennya adalah plastik. Setiap tahunnya, plastik ini sudah membunuh hingga 1 juta burung laut dan 100 ribu mamalia laut dan ikan. Banyak kura-kura yang mati karena memakan plastik, karena mengira ubur-ubur yang merupakan makanan kesukaannya.

Banyaknya kasus karena plastik ini membuat para peneliti ingin mengembangkan cara menyingkirkan plastik dengan cara yang lebih alami. Mereka menguji hal tersebut dengan menggunakan larva kumbang untuk mempercepat proses penguraian plastik dan styrefoam.

Advertisement

Wei-Min Wu, seorang peneliti senior di Department of Civil and Environmental Engineering, menyadari bahwa larva kumbang yang membawa mikroorganisme pada saluran pencernaan mereka, memungkinkan untuk menguraikan plastik setelah mereka makan.

Kotoran larva yang dihasilkan karena memakan plastik dan styrofoam ini dikatakan aman untuk tanah dan tanaman, serta memiliki keuntungan lainnya. Lalu, apakah tidak ada kelemahannya?

Walaupun hal ini merupakan penemuan yang efektif, namun proses ini berlangsung sangat lambat. Butuh 100 larva kumbang yang cukup lapar untuk mengonsumsi 34 hingga 39 miligram plastik setiap harinya. Hal tersebut tidak efektif, mengingat sampah plastik yang dihasilkan Indonesia saja sebanyak 5,4 juta ton per tahun.

Advertisement

Hal ini bisa disiasati dengan cara mengembangbiakkan larva yang lebih rakus atau mungkin mempelajari bakteri usus di larva atau cacing yang bisa membuat terobosan pengelolaan sampah plastik.

Sumber: Uber Gizmo

Baca juga:
Mengintip wajah hiu hantu, monster menakutkan dari laut Australia
Ilmuwan temukan fosil tertua, disebut 'harta karun' umat manusia
Ketahuan makan tupai, orangutan Indonesia berubah jadi predator?
Jamur ini bisa digunakan untuk isi ulang smartphone lebih cepat
Penelitian: Bakteri Bacillus F bisa bikin manusia hidup abadi
Tak kalah beken, 10 hewan ini tiru nama selebriti dunia [2]
Tak kalah beken, 10 hewan unik ini tiru nama selebriti dunia [1]

(mdk/lar)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.