Tren Bank Digital, Aplikasi Mobile Bank Neo Commerce Diunduh 6 Juta Kali
Sebagai bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mengumumkan laporan keuangan semester I tahun ini. Setelah soft launching aplikasi bank digital pada Maret lalu, Bank Neo Commerce melakukan investasi di berbagai lini, terutama infrastruktur teknologi untuk bisa menawarkan berbagai inovasi digital.
Sebagai bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mengumumkan laporan keuangan semester I tahun ini. Setelah soft launching aplikasi bank digital pada Maret lalu, Bank Neo Commerce melakukan investasi di berbagai lini, terutama infrastruktur teknologi untuk bisa menawarkan berbagai inovasi digital dan menjadi bank digital terdepan di Indonesia.
Dalam laporan keuangan semester I, BNC menyalurkan kredit sebesar Rp 3,8 triliun, meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan ini berimbas pada kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) sebesar 42 persen atau setara Rp 40 miliar menjadi Rp 136 miliar. Dari sisi aset juga terdapat kenaikan signifikan, yakni 75 persen menjadi Rp7 triliun.
Kenaikan sisi aset tersebut akibat kenaikan signifikan sisi perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK di Juni tercatat Rp 5,1 triliun, meningkat 70 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang Rp 3 triliun. Hal ini membuktikan bahwa BNC semakin dipercaya oleh masyarakat.
Melajunya proses tranformasi BNC menjadi bank digital di tahun ini, maka besaran angka investasi dan pos-pos biaya tertentu juga meningkat. Investasi dalam teknologi dan keamanan digital, pengembangan sumber daya manusia, dan biaya promosi serta akuisisi nasabah baru (user acquistion cost) menjadi sesuatu yang tak terelakkan.
Perlu dicatat kenaikan biaya tersebut adalah hal wajar, mengingat aplikasi digital BNC bernama neo+, kini diunduh sebanyak lebih dari lima juta di Google Play Store dan satu juta unduhan di Apple Store per Agustus tahun ini. Total ada 6 juta unduhan.
Aplikasi digitalnya telah mencatat pertumbuhan nasabah baru dari digital (new digital user growth) yang signifikan selama beberapa bulan sejak diluncurkan Maret lalu. Pertumbuhan tersebut disebabkan minat masyarakat mulai tinggi terhadap bank digital dan besarnya animo nasabah baru atas produk dan layanan perbankan BNC.
Beban operasional BNC pada semester I ini juga meningkat signifikan, dari Rp 76 miliar per Juni 2020 menjadi Rp 268 miliar per Juni 2021. Hal itu mengkontribusikan dibukukannya rugi sebelum pajak sebesar Rp 132 miliar.
Tjandra Gunawan, Presiden Direktur Bank Neo Commerce, menjelaskan salah satu faktor peningkatan biaya operasional adalah aktifnya kami melakukan investasi khususnya di bidang teknologi dan keamanan digital yang harus dibangun secara serius.
“Sejak awal tahun ini, kami juga sangat serius membangun kultur perusahaan yang kredibel, luwes, dan nyaman. Dengan semangat Banking, Above and Beyond, kami ingin membangun bank digital yang lebih dari sekadar bank, tapi lebih dari itu yang tercermin melalui layanan dan produk perbankan inovatif,” ujar Tjandra dalam keterangannya, Senin (30/8).
Faktor lainnya, lanjut dia, BNC juga harus membekali diri dengan talenta-talenta baru yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang ahli di bidangnya. Di semester I, salah satu fokus kami adalah merekrut talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan perseroan. Kami mengubah mindset kami sebagai bank konvensional selama puluhan tahun menjadi bank digital yang luwes, adaptif, dan inovatif. Hal tersebut harus tercermin melalui sumber daya manusia.
Di sisi rasio keuangan, per Juni tahun ini rasio kredit bermasalah terhadap total kredit (Non Performing Loan) bank mengalami kenaikan menjadi 3,42% dari posisi Juni 2020 yang sebesar 2,75%. Rasio pinjaman terhadap simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) mencapai 74,46% turun dari posisi 97,94% pada Juni 2020 lalu.
(mdk/sya)