Lagi, Microsoft PHK massal pegawai divisi smartphone
Apakah PHK ini akan berlanjut di masa depan?
Sejak membeli Nokia di tahun 2014, bukannya untung, Microsoft justru mengalami banyak kerugian hingga melakukan pemecatan massal. Di bulan Februari ini, aksi PHK massal itu pun berlanjut.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterima oleh Windows Central, pemecatan itu dilakukan pada puluhan pegawai Microsoft di berbagai belahan dunia. Sebagian besar pegawai yang dirumahkan ini ada di Finlandia, rumah Nokia, yang sebelumnya ikut bergabung dengan divisi mobile Microsoft pasca akuisisi Nokia.
Selain divisi mobile, pemecatan juga berlanjut pada pegawai marketing yang baru dibentuk pasca divisi mobile Nokia bergabung dengan Microsoft. Sayang, jumlah pasti pegawai yang dipecat belum terungkap.
Serangkaian pemecatan massal ini dilakukan untuk mengurangi kerugian dan sebagai bentuk adaptasi Microsoft terhadap perubahan bisnis dunia mobile yang dinamis. Terlebih, di penghujung akhir tahun 2015 lalu, Microsoft hanya mampu menjual 4,5 juta smartphone Lumia. Angka itu sangat jauh bila dibandingkan dengan vendor-vendor smartphone Android yang minimal bisa belasan juta unit terjual.
Baca juga:
Microsoft beli aplikasi keyboard Swiftkey Rp 3,45 triliun
Aplikasi alarm kekinian buat yang susah bangun, matikan pakai selfie
Microsoft sumbang USD 1 miliar untuk komputasi awan
Rilis Februari, smartphone ini jadi satu-satunya Lumia di 2016?
13 Januari 2016, Windows 8 akhirnya 'mati'