Konsumsi YouTube meningkat 40 persen selama Ramadan
Orang cenderung bingung untuk melakukan sesuatu kala tengah berpuasa di bulan Ramadan. Maka, YouTube menjadi alternatif kegiatan.
Durasi menonton YouTube selama bulan Ramadan dipastikan naik signifikan dibanding hari-hari biasa. Bahkan, kenaikannya bisa mencapai 40 persen.
Hal tersebut diungkapkan Yudistira Adi Nugroho, Industri Analyst Google Indonesia. Menurutnya, konsumsi menonton YouTube masyarakat Indonesia lebih banyak kala Ramadan, disebabkan karena banyak waktu 'luang.
Gampangnya, orang cenderung bingung untuk melakukan sesuatu kala tengah berpuasa. Maka, YouTube menjadi alternatif kegiatan di luar kewajiban seperti bekerja dan lain sebagainya.
"Ini menarik saat Ramadan. Banyak pengguna mungkin punya waktu banyak. Biar semangat berpuasa, yang dilakukan mereka adalah menonton video," kata Yudistira kepada awak media di kantornya di Pacific Century Place, Jakarta, Kamis (3/5).
Sayangnya, pihak Google enggan untuk membeberkan lebih dalam berapa lama rata-rata orang mengonsumsi YouTube saat berpuasa. Tak hanya waktu menonton yang lebih banyak, tetapi juga waktu-waktu prime time pun bergeser.
Bila sebelum Ramadan waktu prime time digunakan untuk menonton video di YouTube adalah pukul 8 pagi, maka ketika memasuki bulan tersebut trafik tinggi dimulai pada pukul 3 sampai dengan 4 pagi.
"Konsumsi YouTube awal itu di pagi hari saat sahur. Trafiknya itu mulai naik pada pukul 3 sampai 4 pagi. Kalau waktu di periode regular itu biasanya trafik mulai naik sekitar pukul 8 pagi," jelasnya.
(mdk/ara)