Kompor Gas Hasilkan Senyawa Benzena, Bisa Picu Kanker?
Kompor gas ternyata dapat mengeluarkan zat kimia beracun bagi tubuh. Meskipun sedang tidak digunakan, kompor gas disebut membocorkan senyawa Benzena. Bahaya paparan Benzena bagi manusia bisa jadi pemicu kanker.
Kompor gas ternyata dapat mengeluarkan zat kimia beracun bagi tubuh. Meskipun sedang tidak digunakan, kompor gas disebut membocorkan senyawa Benzena. Bahaya paparan Benzena bagi manusia bisa jadi pemicu kanker.
Melansir Gizmodo, Sabtu (22/10), hasil studi Enviromental Science & Technology memaparkan, sebagian besar sampel kompor gas di California mengalami kebocoran senyawa Benzena dengan tingkat membahayakan. Sejumlah sampel kompor gas menunjukkan kadar Benzena tujuh kali lebih tinggi dari batas paparan aman rekomendasi negara tersebut.
Lebih lanjut, peneliti lembaga non profit PSE Health Energy mengambil sampel dari 159 kompor gas rumahan di California. Kriteria sampel adalah yang menggunakan tiga utilitas gas utama, yakni San Diego Gas and Electric, Pacific Gas and Electric, dan Southern California Gas Company. Hasil penelitian menemukan kebocoran senyawa Benzena dari 99 persen sampel.
Penelitian tersebut memperkirakan, kompor gas di California membocorkan kadar Benzena yang sama dengan hasil 60.000 mobil bertenaga gas ringan setiap tahunnya.
Perlu dicatat, kadar kebocoran Benzena dalam kompor gas bervariasi, tergantung sampel dan wilayah penelitian. Seperti hasil penelitian sampel kompor gas di Los Angeles memiliki kadar Benzena 30 kali lebih tinggi dibandingkan sampel California.
"Meskipun kebocoran ini terlalu kecil untuk terhirup, masih dapat memengaruhi kualitas udara dan meningkatkan risiko kesehatan manusia di rumah," kata penulis utama ilmuwan senior di PSE Healthy Energy Eric Lebel.
"Kami menemukan bahwa konsentrasi Benzena yang bocor dari kompor gas di dapur sebanding dengan asap dihirup perokok pasif," lanjutnya.
Studi ini dilakukan usai Dewan Sumber Daya Udara California memutuskan bakal menghentikan penjualan kompor dan pemanas air bahan bakar gas alam pada tahun 2030. Negara bagian ini juga akan melarang penjualan kendaraan bertenaga gas pada tahun 2035 guna menurunkan emisi.
"Kebijakan yang menghapus peralatan gas tidak hanya baik untuk iklim kita, penelitian kami menunjukkan bahwa kebijakan ini juga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat dengan meningkatkan kualitas udara, baik di dalam maupun luar ruangan,” ujar ilmuwan senior PSE Healthy Energy Drew Michanowicz dalam sumber yang sama.
Reporter Magang: Michelle Kurniawan
(mdk/faz)