Klaim mampu sembuhkan AIDS, militer Mesir diduga bohong
Hal ini diungkapkan sebuah kelompok pemuda di Mesir.
Sabtu 22 Februari 2014 lalu militer Mesir menyatakan telah menemukan alat untuk mengobati AIDS dan Hepatitis. Namun, kecurigaan muncul karena alat tersebut ternyata mirip dengan sebuah detektor bom palsu yang sempat dijual di Irak.
Seperti yang dilansir Mashable (26/2), perangkat pengobatan C-Fast diduga mirip dengan ADE 651 yang sebelumnya telah dianggap sebagai scam. Hal ini diungkapkan oleh Gerakan Pemuda Libya mempostingnya dalam sebuah tweet.
Hal ini pun kemudian ditegaskan oleh Dan Kaszeta, mantan opsir di Korps Kimia militer Amerika Serikat yang sekarang jadi konsultan anti terorisme. Menurutnya, memang benar C-Fast adalah gadget yang sama dengan ADE 651.
"Klaim ilmiah di baliknya adalah kebohongan. Sangat konyol ada sebuah perangkat elektronik tanpa sambungan listrik dan tak ada komponen yang bekerja mampu membunuh virus," sebutnya.
Sebelumnya, ADE 651 sendiri pernah beredar bebas di Irak pada tahun 2000-an di mana kala itu banyak bom bunuh diri terjadi di sana. Namun, kemudian terungkap fakta bahwa perangkat ADE 651 ini ternyata hanyalah scam. Produsennya pun kemudian ditangkap dan diadili karena menipu.
Sementara itu C-Fast merupakan perangkat yang dikembangkan oleh militer Mesir dan telah digunakan sejak 2013. Perangkat ini diklaim mampu mengobati Hepatitis C dan AIDS meski belum ada bukti ilmiah mengenai hal ini.
Baca juga:
Accenture sediakan strategi TI untuk YCAB
Peneliti Inggris uji cobakan 'Bunglon beracun' berbahaya
Baju zirah berteknologi ini lindungi penggunanya dari luka
Di masa depan, getaran mobil bisa jadi charger smartphone
7 Teknologi terbaru dalam mesin Ford EcoBoost 1.0L