LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Kemenkes soal Aplikasi eHAC: Kami Pastikan Data Pengguna Aman

Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anas Ma’ruf menyebut bahwa berdasarkan investigasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) data pengguna aplikasi eHAC atau Electronic Health Alert Card tidak ada kebocoran.

2021-09-01 15:50:58
Kemenkes
Advertisement

Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Anas Ma’ruf menyebut bahwa berdasarkan investigasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) data pengguna aplikasi eHAC atau Electronic Health Alert Card tidak ada kebocoran.

Perlu diketahui, sebelumnya vpnMentor mengungkap adanya dugaan kebocoran data 1,3 juta pengguna aplikasi eHAC di Indonesia.

"Kemenkes telah memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam sistem eHAC, tidak bocor dan dalam perlindungan," ungkap Anas saat konferensi pers virtual, Rabu (1/9).

Advertisement

Dilanjutkan Anas, saat vpnMentor mengungkap potensi kebocoran data itu, pihaknya segera mengambil tindakan dengan menelusurinya. Pada proses penelusuran, pihak Kemenkes menemukan celah keamanan pada mitra eHAC.

"Kami langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki celah keamanan pada mitra eHAC itu," jelas dia.

Sebagai bagian dari mitigasi, Kemenkes telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), BSSN, serta Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk melakukan investigasi guna menelusuri kembali bila ada celah keamanan yang berpotensi bocor.

Advertisement

"Kami mengucapkan terima kasih atas masukan pihak-pihak terkait kerentanan sistem eHAC tersebut," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Anton Setiawan, Jubir BSSN. Anton mengatakan apa yang terjadi bukan terkait dengan kebocoran data. Ini bagian dari proses di mana pihak-pihak yang punya keamanan siber saling bertukar informasi.

"Jadi data-data yang ada masih tersimpan dengan baik. Informasi ini sebagai mitigasi risiko untuk langkah pencegahan. Hasil penelusuran ini juga kami rekomendasikan untuk platform pedulilindungi yang kita gunakan bersama-sama," ungkap Anton.

(mdk/faz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.