Anak muda negara maju ini suka gunakan aplikasi kencan
3 dari 20 orang mencari jodoh melalui smartphone mereka.
Kisah cinta romansa seperti di novel ataupun di film, mungkin tak akan bisa terjadi di tahun-tahun sekarang. Karena saat ini, jodoh bertemu melalui layar smartphone.
Dilansir dari Cnet (11/2), 15 persen dari orang dewasa di Amerika Serikat, menggunakan website kencan online atau aplikasi kencan mobile di smartphone mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa 3 dari 20 orang mencari jodoh tidak melalui tahapan konvensional, namun melalui smartphone mereka.
Data ini diperoleh dari Survei yang dilakukan oleh Pew, sebuah lembaga riset di Amerika Serikat. Survei ini juga membeberkan bahwa pengguna situs kencan online meningkat 300 persen sejak 2013 lalu, di mana para penggunanya berumur 18 hingga 24 tahun. Tinder adalah dominator utama dari semua aplikasi kencan online yang ada.
Tak bisa dipungkiri, menggulirkan konten aplikasi di smartphone memang jauh lebih mudah daripada melongok kanan kiri untuk mencari calon pasangan yang pas di dunia nyata. Foto profil pun jadi representasi banyak sekali hal yang sebenarnya lebih nyata jika dilihat langsung.
Menurut Survei juga, para pengguna aplikasi kencan ini berpikir bahwa kencan online adalah cara paling efisien untuk mencari jodoh, meski kondisi calon pasangan hanya bisa diterka melalui foto. Hal ini cukup aneh jika kita bayangkan betapa besarnya celah untuk berbohong mengenai diri sendiri kepada calon pasangan.
Survei ini sendiri dilakukan antara tanggal 10 juni hingga 12 Juli tahun lalu. Lebih dari 2000 orang sampel yang mewakili umur 18 tahun ke atas, diwawancarai terkait Survei ini. Interview ini dilakukan secara tatap muka, jadi tingkat keakuratan lebih tinggi.
Baca juga:
Heboh emoji gay di Indonesia terdengar hingga pelosok dunia
Lebih lega, sekarang grup WhatsApp muat 250 kontak lebih!
Ingin iseng bikin WhatsApp teman error? Ini caranya!
Sering pakai emoji saat chatting? Awas tanda orang mesum!