LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Jurus rahasia Samsung hadapi persaingan smartphone

Meski masih kalah dari Apple, Samsung memiliki sebuah keunggulan yang tidak dimiliki produsen smartphone lain.

2013-04-02 13:24:00
Samsung
Advertisement

Apple memang boleh dibilang sebagai raja pembuat smartphone paling menguntungkan. Namun, mereka tidak tau bagaimana cara mengkapitalisasi laba itu layaknya Samsung.

Seperti yang dilansir oleh BGR, Samsung terbukti mampu memanfaatkan segala sumber dayanya untuk memproduksi smartphone. Sehingga, meskipun masih kalah dalam hal keuntungan, Samsung nyatanya juga tidak merugi terlalu banyak.

Hal ini dibuktikan sendiri oleh sebuah penelitian dari IHS iSuppli. Firma ini mencoba mengetahui seberapa banyak biaya produksi yang dibutuhkan untuk membuat satu smartphone baik dari Samsung maupun Apple.

Advertisement

Hasilnya, sebuah Galaxy S4 butuh dana sekitar USD 236 untuk pembuatannya. Sedangkan sebuah iPhone 5 hanya butuh USD 207 saja untuk pembuatannya.

Meski begitu, para peneliti justru mengatakan Samsung lah yang lebih baik. Sebabnya, dari uang yang dikeluarkan untuk pembuatan S4 ini, sebagian masuk lagi ke kas Samsung.

Hal ini dikarenakan sebagian besar komponen dari S4 merupakan produksi mandiri dari perusahaan komponen Samsung. Jadi, Samsung bisa menghemat banyak sekali pengeluaran.

Advertisement

IHS iSuppli mencatat produksi komponen Samsung untuk S4 mampu menghemat hingga USD 149 atau sekitar Rp 1,4 juta per unitnya. Adapun penghematan terbesar didapatkan karena Samsung memproduksi sendiri processor Exynos dan layar full HD Super AMOLED.

Selain mampu menghemat dari segi biaya, memiliki perusahaan komponen sendiri juga memberikan nilai lebih bagi Samsung. analis IHS menyatakan bahwa Samsung bisa saja membuat komponen semau mereka.

"Jika mereka mengetahui bahwa suatu komponen tidak akan laku, bisa saja mereka mulai membuat suatu inovasi baru. 'Kita punya kemampuan ini, mengapa tidak kita lakukan.'," kata Wayne Lam, analis IHS.

(mdk/nvl)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.