Jeff Bezos, CEO Amazon yang kekayaannya lewati 100 milyar Dollar
Jeff Bezos, CEO Amazon yang kekayaannya lewati 100 milyar Dollar. Jeff Bezos adalah CEO Amazon yang digadang-gadang calon orang terkaya di dunia dan akan segera salip Bill Gates. Hal ini mulai terlihat, di mana kekayaannya telah melewati 100 milyar dollar.
Jeff Bezos adalah CEO Amazon yang digadang-gadang calon orang terkaya di dunia dan akan segera salip Bill Gates. Hal ini mulai terlihat, di mana kekayaannya telah melewati 100 milyar dollar.
Hal ini dilansir dari Bloomberg yang mengawasi finansial Bezos dan menanti sang CEO mengambil tahta orang terkaya dari Bill Gates.
Jeff Bezos sendiri 'sempat' mencicipi tahta sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan lebih dari 90 miliar dollar AS. Meski demikian, hal ini hanya bertahan sehari pada Juli lalu.
Kekayaan Bezos makin menumpuk karena saham Amazon sangat baik tahun ini. Terlebih lagi pasca Black Friday, hari pasca perayaan Thanksgiving yang dikenal sebagai awal musim belanja Natal, Amazon mampu memberi Bezos 12 digit kekayaan dalam dollar.
Bahkan menurut Bloomberg, Amazon menyumbang setengah atau 50 persen dari keseluruhan transaksi online di Black Friday.
Kekayaannya sendiri dihabiskan untuk beberapa hal. Mulai dari pembelian media Washington Post pada 2013 lalu di angka 250 juta dollar, hingga mendedikasikan saham Amazon sebesar satu milyar dollar untuk mendanai perusahan antariksa Blue Origin besutannya.
Selain itu, dia akan membangun platform untuk beramal, seperti yang dilakukan sang milyuner lainnya, Bill Gates dengan Bill and Melinda Gates Foundation.
Baca juga:
iPhone X kini sudah tersedia di lebih dari 70 negara di dunia, Indonesia lewat!
Ini kemasan plastik karya anak bangsa yang bisa dimakan
Orang ini mengaku datang dari masa depan dan dikirim oleh alien
Berkat rumor rilisnya Samsung S9, CES 2018 jadi perhelatan yang ditunggu-tunggu
Ini taksiran harga Xiaomi Mi 7, penantang iPhone X di tahun depan
Punya spesifikasi ciamik, Xiaomi Mi 7 tantang iPhone X tahun depan?
Xiaomi siapkan senjata baru untuk 'obrak-abrik' pasar smartphone di 2018